
USD - 5 Februari 2025 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta menyerahkan Surat Keputusan (SK) Guru Besar kepada dua dosen Universitas Sanata Dharma (USD) dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di Ruang Seminar Driyarkara. Mereka yang menerima penghargaan tersebut adalah Prof. Paulus Sarwoto, Ph.D. sebagai Guru Besar dalam bidang Sastra Perbandingan, dan Prof. Dr. C.B. Mulyatno, Pr. sebagai Guru Besar dalam bidang Filsafat Pendidikan.
Acara yang dihadiri oleh civitas akademika Universitas Sanata Dharma ini dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan doa pembukaan. Selanjutnya, Ketua Tim Sumber Daya Perguruan Tinggi LLDIKTI Wilayah V, Satya Arianto Nugroho, S.Kom., M.M., membacakan SK Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tentang kenaikan jabatan akademik kedua dosen tersebut. SK pertama bernomor 139522/MPK/07/2024 tertanggal 4 Desember 2024 untuk Prof. Paulus Sarwoto, Ph. D. dan SK kedua bernomor 1410054/MPK/07/2024 tertanggal 13 Desember 2024 untuk Prof. Dr. C.B. Mulyatno, Pr.


Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setiabudi Indartono, M.M., Ph.D., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada kedua dosen penerima SK Guru Besar tersebut. “Kami berharap capaian ini dapat mendorong perkembangan akademik di Universitas Sanata Dharma dan menjadi inspirasi bagi dosen lainnya,” ujar Prof. Setiabudi.
Prof. Paulus Sarwoto, Ph.D. dalam pidatonya, mengungkapkan rasa syukur dan perjalanan panjang yang harus dilalui untuk mencapai gelar Guru Besar. “Proses ini penuh tantangan. Saya harus mengajukan tiga kali sebelum akhirnya diterima,” ujarnya. Ia juga berbagi pengalaman tentang pentingnya sikap rendah hati dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi penilaian asesor yang sering kali memiliki interpretasi berbeda.
Sementara itu, Prof. Dr. C.B. Mulyatno, Pr., dalam refleksi edukatifnya, menekankan bahwa pencapaian ini adalah anugerah kolegial yang bukan semata-mata hasil kerja individu. “Filsafat dan pendidikan adalah seperti dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan, keduanya berpusat pada manusia dan pengembangan dirinya secara utuh,” kata Prof. Mulyatno.
Rektor Universitas Sanata Dharma, Albertus Bagus Laksana, S.J., S.S., Ph.D., juga menyampaikan harapannya dalam kesempatan tersebut. Ia menekankan pentingnya peran para guru besar dalam mendorong pengembangan program studi S2 dan S3 serta meningkatkan daya saing akademik universitas. “Dua profesor ini adalah pendekar akademik yang telah mencapai puncak gunung dan kini diharapkan dapat turun gunung untuk membimbing dan mengembangkan kreativitas akademik,” ujarnya.


Acara penyerahan SK Guru Besar ini ditutup dengan doa syukur, menyanyikan Himne Sanata Dharma, serta pemberian ucapan selamat dan sesi foto bersama. Civitas akademika Universitas Sanata Dharma menyambut pencapaian ini dengan sukacita dan berharap capaian kedua guru besar baru ini dapat membawa dampak positif bagi perkembangan akademik dan penelitian di lingkungan kampus.
Dengan adanya penambahan dua Guru Besar ini, Universitas Sanata Dharma semakin menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia serta menjadi salah satu institusi yang mampu berkontribusi dalam menghadapi tantangan global.
(AP/Humas USD)
(AP/Humas USD)




