USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Campus Ministry Menyelenggarakan Rekoleksi Adven: Putus Cinta Tidak Putus Asa

diupdate: 2 tahun yang lalu



USD - Jumat, 13 Desember 2024, Campus Ministry Universitas Sanata Dharma sukses menggelar rekoleksi adven dengan tema "Putus Cinta Tidak Putus Asa," yang menarik lebih dari 190 peserta dari berbagai kampus dan instansi. Acara ini diadakan baik secara daring maupun luring, bertujuan untuk memberikan pandangan yang lebih dalam mengenai cara menghadapi putus cinta dengan bijak dan bagaimana menerima pengalaman tersebut.

Rekoleksi ini menghadirkan dua pembicara yang ahli di bidang psikologi dan spiritualitas. Nirvana Mulia Sulistya, S.Psi, seorang psikolog berpengalaman, membawakan sesi tentang pentingnya memaafkan dan menerima kenyataan setelah putus cinta. Ia menjelaskan bahwa tidak semua hubungan akan bertahan, dan terkadang perpisahan bisa sangat berat, bahkan dapat memicu perasaan depresi. Namun, ia menekankan bahwa untuk melangkah maju, seseorang harus menerima kenyataan, memaafkan, dan siap membuka lembaran baru. "Memaafkan itu bukan hanya untuk orang lain, tapi untuk diri kita sendiri. Kita berhak untuk hidup dengan damai dan bahagia," ujarnya.
 
Selain itu, Fr. Thomas Becket, SJ, seorang frater Yesuit yang berpengalaman dalam pembinaan rohani, memberikan perspektif yang berbeda mengenai putus cinta. Dalam pandangannya, perpisahan bisa dilihat sebagai pengalaman desolasi atau kesepian rohani, sebuah pergulatan batin antara roh baik dan buruk. Menurut Fr. TB, meskipun perasaan sakit itu datang, selalu ada kesempatan untuk bangkit dan melihat masa lalu sebagai kekuatan untuk maju. "Meskipun malam terasa begitu gelap, pasti ada fajar yang menyinari hari esok," ungkapnya.
 
Peserta acara ini tak hanya berasal dari Universitas Sanata Dharma, tapi juga dari universitas lain seperti Unika Soegijapranata Semarang, Unika Musi Charitas, Universitas Widya Dharma Pontianak, Unika St. Thomas Medan, Universitas Sari Putra Indonesia Tomohon, dan banyak lagi. Antusiasme peserta terlihat jelas melalui banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada pembicara. Salah seorang peserta, Vemus dari Unika Soegijapranata, menyampaikan, "Putus cinta bukan akhir dari segalanya. Itu adalah momen untuk refleksi diri dan memperbaiki diri agar bisa lebih fokus pada tujuan hidup, karir, atau studi."
Sesi tanya jawab menjadi sangat menarik, dengan peserta berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi setelah putus cinta. Ini menciptakan suasana yang penuh kehangatan dan interaksi, memperkaya pandangan peserta tentang bagaimana cara bangkit dari kesedihan tersebut.
 


Di penghujung acara, baik Mas Nirvana maupun Fr. TB mengingatkan peserta untuk membawa ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari. Mereka menekankan bahwa proses memaafkan dan menerima pengalaman putus cinta memerlukan keberanian dan komitmen yang kuat. Rekoleksi ini ditutup dengan doa bersama, dengan harapan agar semua peserta bisa melangkah maju, meninggalkan kesedihan yang menghalangi, dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai pondasi untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan.

HSA/MBA/CM

  kembali