
USD – Sabtu 7 Desember 2024, dalam rangka Dies Natalis Ke-69 Sanata Dharma diselenggarakan Konser Kolaborasi Paduan Suara Mahasiswa Universitas Sanata Dharma dan Yogyakarta Royal Orchestra Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 19:00 WIB di Auditorium Driyarkara, Universitas Sanata Dharma.
Rektor USD, Albertus Bagus Laksana, S.J., S.S., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa berkolaborasi memelihara harmoni kebudayaan merupakan semangat yang diemban Sanata Dharma sebagai lembaga pendidikan dalam usianya yang ke-69.
“Kolaborasi menjadi salah satu roh semangat USD memasuki usia baru. Untuk bekerja bersama mencerdaskan kehidupan bangsa dan merawat semesta. Semoga konser kolaborasi malam ini membuat momen perayaan Dies Natalis lebih istimewa, dalam rangka memelihara kebudayaan, menciptakan harmoni, yang membuat kita terus bergerak menghidupi hati kita,” tutur Romo Bagus.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X yang hadir pada konser kolaborasi ini menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjadi.
“Musik merupakan bahasa universal yang mampu melampaui batas dan waktu sehingga bisa dinikmati siapapun. Kolaborasi seperti ini tidak terjadi secara instan, tapi memerlukan proses dan kedisiplinan. Dalam proses ini muncul makna penting bahwa usaha memelihara keberagaman dapat menciptakan sesuatu yang lebih besar. Kolaborasi tidak akan pernah terjadi tanpa keberagaman. Kita semua patut mengapresiasi kolaborasi malam ini.”

Dalam kesempatan ini Rektor Universitas Sanata Dharma dan Sekretaris Yayasan Sanata Dharma, Drs. A. Triwanggono, M.S., menyerahkan plakat Penghargaan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X. Plakat tersebut berisi relief yang menggambarkan sumbu filosofi Yogyakarta dan tembang Pangkur karya dosen Sastra Indonesia USD, Dr. Fransisca Tjandrasih Adji yang bermakna doa dan harapan rakyat untuk Raja yang mulia, mengayomi tanpa membedakan dan mencintai budaya.
Konser kolaborasi PSM Cantus Firmus dan Yogyakarta Royal Orchestra membawakan 12 lagu daerah dan nasional dalam repertoarnya, seperti Lir-ilir, Gundhul Pacul, Padhang Bulan dan Sepasang Mata Bola.
Di akhir Konser kolaborasi, diserahkan karangan bunga tangan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Romo Bagus kepada enam perwakilan dari USD dan Yogyakarta Royal Orchestra, yaitu: Caecilia Tutyandari, Ph.D. (Ketua Panitia Dies Natalis ke-69); Ir. Budi Setyahandana, M.T. selaku unit kegiatan mahasiswa PSM Cantus Firmus; Rachael Christin Nugraheni (perwakilan dari PSM Cantus Firmus); Nyi Mas Bekel Larasati (perwakilan solois); Nyi Mas Jajar Ratna Waditra (concert master); dan Mas Jajar Manggala Waditra (conductor).

Konser kolaborasi ditutup dengan menyanyikan bersama lagu Tanah Airku karya Ibu Sud. Berbagai kesan dan pesan positif dibagikan oleh beberapa penonton setelah acara berakhir. Mereka semua berharap bahwa konser kolaborasi ini hendaknya tidak sekadar dinikmati sebagai bentuk seni pertunjukan dan dilaksanakan dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-69 Sanata Dharma, melainkan juga dapat membawa semangat Sanata Dharma untuk tetap maju dan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang terus berkembang.
(Humas Universitas Sanata Dharma)
“Kolaborasi menjadi salah satu roh semangat USD memasuki usia baru. Untuk bekerja bersama mencerdaskan kehidupan bangsa dan merawat semesta. Semoga konser kolaborasi malam ini membuat momen perayaan Dies Natalis lebih istimewa, dalam rangka memelihara kebudayaan, menciptakan harmoni, yang membuat kita terus bergerak menghidupi hati kita,” tutur Romo Bagus.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X yang hadir pada konser kolaborasi ini menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjadi.
“Musik merupakan bahasa universal yang mampu melampaui batas dan waktu sehingga bisa dinikmati siapapun. Kolaborasi seperti ini tidak terjadi secara instan, tapi memerlukan proses dan kedisiplinan. Dalam proses ini muncul makna penting bahwa usaha memelihara keberagaman dapat menciptakan sesuatu yang lebih besar. Kolaborasi tidak akan pernah terjadi tanpa keberagaman. Kita semua patut mengapresiasi kolaborasi malam ini.”

Dalam kesempatan ini Rektor Universitas Sanata Dharma dan Sekretaris Yayasan Sanata Dharma, Drs. A. Triwanggono, M.S., menyerahkan plakat Penghargaan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X. Plakat tersebut berisi relief yang menggambarkan sumbu filosofi Yogyakarta dan tembang Pangkur karya dosen Sastra Indonesia USD, Dr. Fransisca Tjandrasih Adji yang bermakna doa dan harapan rakyat untuk Raja yang mulia, mengayomi tanpa membedakan dan mencintai budaya.
Konser kolaborasi PSM Cantus Firmus dan Yogyakarta Royal Orchestra membawakan 12 lagu daerah dan nasional dalam repertoarnya, seperti Lir-ilir, Gundhul Pacul, Padhang Bulan dan Sepasang Mata Bola.
Di akhir Konser kolaborasi, diserahkan karangan bunga tangan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Romo Bagus kepada enam perwakilan dari USD dan Yogyakarta Royal Orchestra, yaitu: Caecilia Tutyandari, Ph.D. (Ketua Panitia Dies Natalis ke-69); Ir. Budi Setyahandana, M.T. selaku unit kegiatan mahasiswa PSM Cantus Firmus; Rachael Christin Nugraheni (perwakilan dari PSM Cantus Firmus); Nyi Mas Bekel Larasati (perwakilan solois); Nyi Mas Jajar Ratna Waditra (concert master); dan Mas Jajar Manggala Waditra (conductor).

Konser kolaborasi ditutup dengan menyanyikan bersama lagu Tanah Airku karya Ibu Sud. Berbagai kesan dan pesan positif dibagikan oleh beberapa penonton setelah acara berakhir. Mereka semua berharap bahwa konser kolaborasi ini hendaknya tidak sekadar dinikmati sebagai bentuk seni pertunjukan dan dilaksanakan dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-69 Sanata Dharma, melainkan juga dapat membawa semangat Sanata Dharma untuk tetap maju dan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang terus berkembang.
(Humas Universitas Sanata Dharma)




