USD – Senin 21-22 Oktober 2024, Prodi Sastra Inggris bersama dengan Magister Kajian Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma melaksanakan Literary Studies Conference atau biasa disebut dengan LSC yang ke-12 dengan empat pembicara utama dari empat universitas yang berbeda yakni Gregory B. Stone, dosen Louisiana State University, Shantini Pillai, Professor National University of Malaysia, Min Seong Kim, Dosen Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma, dan Paulus Sarwoto, dosen Sastra Inggris Universitas Sanata Dharma University. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari di R. Seminar Driyarkara Lt. 2 Auditorium Driyarkara.
Ketua Panitia LSC, Epata Puji Astuti, S.S., M.A., dalam sambutannya, menyampaikan rasa terima kasih serta keresahannya mengenai sastra dan budaya dalam era pasca-teori.
“Terima kasih atas kehadiran para partisipan yang sudah tertarik dengan topik ini. Tema yang menarik di era post-teori, karena kita telah mengalami banyak gerakan teoretis yang membawa kita hingga ke masa kini. Maka dari itu, dengan membahas teks sastra era post-teori ini akan merangsang banyak hal dan menggetarkan kita di bidang humaniora secara umum. Konferensi ini merupakan sebuah pesta intelektual, menawarkan banyak sekali kesempatan untuk terlibat dengan ide-ide dan teori-teori mutakhir dalam kesarjanaan sastra,” ujarnya.
Rektor Universitas Sanata Dharma, Albertus Bagus Laksana SJ., Ph.D., dalam sambutannya secara daring menyampaikan pentingnya membangkitkan empati pada bidang humaniora.
“Saya merasa mendapatkan hak istimewa untuk acara dengan tema yang cukup membangun seperti ini. Tidak hanya membangun, namun juga membangkitkan empati kepada bidang humaniora untuk lebih mengenal permasalahan mengenai lebih kritis tentang budaya dan sastra secara langsung melalui jurnal-jurnal para partisipan”
Dalam kegiatan ini, sebanyak 92 jurnal dibedah bersama-sama dalam empat kelas paralel di R. Seminari Driyarkara, R. Koendjono, R. Kadarman, dan R. Sumbawa, dengan berbagai cakupan topik seperti berikut: (1) Kritik melalui post-Marxisme, postkolonialisme, poststrukturalisme, post-humanisme, post-feminisme, dan postmodernisme; (2) Puisi pribumi; (3) Sastra perbandingan: bahasa daerah dan barat; (4) Pengajaran Teori untuk mahasiswa S1; (5) Lintasan kritik sastra Indonesia; (6) Tren terkini dalam kajian budaya; (7) Film dan Media Baru; (8) Bahasa dan Wacana; (9) Ekokritik; (10) Pendidikan dan Pengajaran; (11) Mitos, Legenda, dan Cerita Rakyat; (12) Keanekaragaman dan Praktik Budaya; (13) Seni dan Pertunjukan; serta (14) Agama, Sejarah dan Filsafat.
(CIR/DKS-Humas)




