
USD – Kamis, 19 September 2024, di Laboratorium Farmasi Komunitas, Pusat Informasi dan Penelitian Obat (PIPO), Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma (FF USD) menyelenggarakan kegiatan Workshop Peracikan Obat bagi apoteker-apoteker anggota Himpunan Seminat Farmasi Kesehatan Masyarakat (HISFARKESMAS), yaitu apoteker yang berkerja di Puskesmas.
Praktik peracikan obat masih lazim dilakukan, salah satunya di Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama di Indonesia. Apoteker penanggung jawab di Puskesmas bertanggungjawab untuk memastikan sediaan racikan yang dihasilkan memenuhi kualitas, sehingga aman dan efektif digunakan bagi pasien. Salah satu upaya dalam peningkatan kapasitas apoteker di bidang peracikan obat adalah dengan mengikuti kegiatan pelatihan.
Pusat Informasi dan Penelitian Obat (PIPO), Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma (FF USD) menyelenggarakan kegiatan Workshop Peracikan Obat bagi apoteker yang berkerja di Puskesmas untuk meningkatkan pemahaman apoteker dalam melakukan peracikan obat, baik dari sisi regulasi maupun aspek teknis pelaksanaan peracikannya. Kegiatan diikuti oleh 25 apoteker HISFARKESMAS Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pada kegiatan ini, Apoteker diminta untuk mengerjakan pretest dan melakukan praktik peracikan obat dengan cara yang dianggap benar oleh peserta, sebelum pemberian materi dari narasumber. Kemudian dilakukan pelatihan tentang peracikan obat.

apt. Dina Christin Ayuning Putri, M.Sc. sebagai narasumber pertama, menyampaikan materi “Pharmaceutical Compounding
Nonsterile Preparation” yang berfokus pada regulasi produksi skala kecil di puskesmas, untuk obat racikan yang frekuensi kemunculannya tinggi. Sementara narasumber kedua, Prof. Dr. apt. Sri Hartati Yuliani memaparkan materi “Teknik Peracikan Pulveres-Kapsul” yang berfokus pada aspek teknis, tips dan trik menghasilkan sediaan racikan puyer dan kapsul yang homogen dan seragam.
Dekan Fakultas Farmasi, Dr. apt. Dewi Setyaningsih, menyampaikan bahwa harapannya bahwa hasil penelitian Fakultas Farmasi dapat bermanfaat bagi masyarakat.
“Dengan adanya kegiatan ini, hasil-hasil penelitian di bidang peracikan obat yang dilakukan di FF USD, tidak hanya berhenti sampai di laboratorium saja, namun bisa bermanfaat bagi praktik kefarmasian di Puskesmas,” pungkasnya.
(DCAP)




