“Sebagai warga bangsa dan komunitas akademik, Universitas Sanata Dharma mempunyai harapan besar bahwa Pemilu 2004 nanti berjalan lancar, aman, damai, serta mampu menjadi wahana pendidikan demokrasi sehingga USD memang tidak dapat begitu saja menutup diri terhadap Pemilu 2004”, demikian penjelasan Pembantu Rektor III Drs. P. Ari Subagyo, M.Hum. dalam mengawali Jumpa Pers bersama para wartawan media cetak dan elektronik yang diadakan oleh Humas USD dalam rangka Dies Natalis ke-48. Tidak seperti beberapa kampus yang telah menyatakan menutup diri terhadap kampanye Pemilu 2004, USD membuka diri terhadap kampanye Pemilu untuk semua partai dengan beberapa syarat. Pertama, Parpol harus mengajukan proposal kampanye. Kedua, Format kampanye bukan pengerahan massa atau promosi atribut, tetapi format akademik. Ketiga, Juru Kampanye minimal pimpinan DPD. Ketika ditanya salah seorang wartawan yang hadir, “Apakah keterbukaan USD hanya untuk mencari popularitas?”, Pembantu Rektor I Drs. J. Eka Priyatma, M.Sc. menjelaskan bahwa USD tidak memanfaatkan Pemilu untuk mengibarkan bendera USD sendiri tetapi memang konsekwensi visi dan misi USD, yaitu sebagai lembaga kritis masyarakat yang harus terlibat dalam memikirkan nasib bangsa ini, terutama pendidikan demokrasi dan pendewasaan / pencerdasan bangsa, termasuk Parpol. “USD tidak bisa cuci tangan akan keadaan bangsa ini, tetapi USD senantiasa mendorong agar Pemilu ditempatkan pada wilayah rasional bukan emosional”, tambahnya. USD nanti juga akan bekerja sama dengan kampus-kampus lain untuk menjadi pemantau Pemilu. Bahkan akan diadakan program KKN khusus yang menangani pemantauan Pemilu.




