USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Seminar Forum Diskusi Prodi Ekonomi: Pasar Karbon, Solusi atau Ilusi?

diupdate: 2 tahun yang lalu

Seminar Prodek (10/9/2024)

USD - Selasa, 10 September 2024, Di Ruang Seminar Driyarkara Kampus II, Unit Kegiatan Prodi menyelenggarakan Seminar Forum Diskusi Program Studi Ekonomi tema “Pasar Karbon: Solusi atau Ilusi?” Seminar ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Prodi Ekonomi dan beberapa perwakilan organisasi mahasiswa Fakultas Ekonomi. 
 
Seminar yang dimoderatori oleh Dr. Yuliana Rini Hardanti, M.Si, ini menghadirkan tiga orang narasumber, yakni Mega Safira (Junior Supervisor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat), Faisal Fuad, S.Hut., M.For.Sc. (Praktisi Jasa Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta), dan Dr. Antonius Budisusila, M.Soc.Sc (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma). 
 
Dalam sambutan pembukanya, Ketua Program Studi Ekonomi, Dr. Josephine Wuri, S.E., M.Si, mengungkapkan bahwa seminar ini menjadi ajang bagi mahasiswa Program Studi Ekonomi untuk berpikir kritis dan mencari solusi yang efektif bagi pembangunan berkelanjutan demi merawat bumi sebagai rumah kita bersama.
 
“Tema ini hangat, dibicarakan di semua negara dalam rangka mengatasi perubahan iklim. Pemanasan global tantangan terbesar di dunia, dampaknya sangat luas, termasuk dalam ranah ekonomi global. Pasar Karbon ini menjadi suatu upaya-upaya mengatasi gas rumah kaca dan menyiapkan keberlanjutan,” ungkapnya. 

Pembicara pertama, Mega Safira berkesempatan memaparkan materi tentang “Regulasi dan Mekanisme Perdagangan Karbon melalui Bursa Karbon”.
 
Seminar Prodek (10/9/2024)

“Berbagai negara di dunia sudah melakukan Perjanjian Paris untuk menahan laju perubahan iklim. Indonesia juga menerapkan lima sektor penting untuk pengurangan emisi, yaitu sektor energi, pengolahan sampah, sektor industri, agrikultur, dan kehutanan. Indonesia juga sudah menetapkan langkah perpajakan karbon,” ungkapnya. 
 
Mega juga menambahkan bahwa pada UU Penguatan Sektor Keuangan, OJK diberikan mandat untuk mengawasi sektor sekunder perdagangan karbon. 
 
“Pemerintah memperbolehkan pihak-pihak transaksi karbon secara langsung atau melalui mekanisme pasar di bursa karbon.  Perdagangan karbon di Indonesia secara resmi mulai beroperasi sejak 26 September 2023 dan hingga saat ini, perdagangan karbon di Indonesia 613.000 ton CO² ekuivalen” paparnya. 
 
Pembicara kedua, Faisal Fuad, memaparkan mengenai regulasi dalam Pasar Karbon. 
 
“Regulasi dalam pasar karbon ini diperlukan agar perusahaan bisa memperoleh predikat yang baik. Perdagangan pasar karbon dapat dilakukan melalui pasar primer maupun pasar sekunder. Dalam dunia perdagangan karbon, kita sadar bahwa ada prinsip-prinsip pasar yang memang menuntut sesuatu yang lebih taat pada regula yang berlaku, dalam hal ini adalah undang-undang” paparnya. 
 
Pembicara ketiga, Dr. Antonius Budisusila, S.E., M.Soc.Sc, memaparkan presentasinya yang berjudul “Memahami Teori Ekonomi Kelembagaan Ronald Coase-Pigou menuju Praktik Mitigasi Emisi Gas Rumah Kaca”.
 
Dosen Prodi Ekonomi Universitas Sanata Dharma sekaligus Direktur PT. Trisakti Pilar Persada memaparkan bahwa pemanasan global menjadi permasalahan yang sangat serius. Dalam hal ekonomi kelembagaan, suatu tokoh yang bernama Ronald Coase dan Pigou menerapkan adanya marginal social cost. 
 
“Perdagangan karbon mempunyai tantangannya sendiri dan Indonesia sangat ambisius melakukan ini. Emisi yang diurus di berbagai sektor sudah mencapai 5 sektor dan ini melebihi negara-negara di Eropa dan Amerika. Maka, aturan dan kelembagaan harus mendesain agar biaya yang dikeluarkan tidak terlalu mahal. Jika mahal pasar tidak efisien. Hal ini juga berlaku dalam hal perdagangan karbon yang terus menerus diusahakan oleh Pemerintah Indonesia” paparnya.

Seminar Prodek (10/9/2024)
 
Acara Forum Diskusi ini mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak. Salah satunya Henricus Soni Arya Wibisono, salah seorang mahasiswa Prodi Ekonomi angkatan 2021 yang tengah menyusun proposal skripsinya.
 
“Saya sangat senang dan antusias bahwa unit kegiatan di prodi saya menyelenggarakan acara seperti demikian. Hal ini sangat bermanfaat bagi banyak pihak, bukan hanya saya yang akan mengangkat tema ini menjadi tema skripsi saya, tetapi juga bagi banyak pihak, khususnya mahasiswa Prodi Ekonomi. Bagi mahasiswa Prodi Ekonomi, mereka dapat berpikir dengan kritis, punya pengetahuan yang baru, peduli, dan reflektif bagaimana di setiap usaha mereka dalam rangka mencari keuntungan mereka peduli terhadap aspek sosial dan lingkungannya demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan kemajuan industri di negara kita ini” pungkasnya. 
 
(JMA-DKS/Humas)

  kembali