
USD – Universitas Sanata Dharma mengirimkan 6 mahasiswa sebagai delegasi dalam Service Learning Program (SLP) 2024 yang diadakan oleh AJCU-AP (Association of Jesuit Colleges and Universities in Asia Pacific). Program yang memberikan pengalaman belajar sekaligus melayani masyarakat ini dilaksanakan pada 4-18 Agustus 2024 di Ateneo de Davao University, Filipina. SLP 2024 mengusung tema “Democracy under Siege: An AJCU-AP Service Learning on Democratic Decay and Resilience”.
Delegasi yang terpilih antara lain adalah Skolastika Puella Donata dan Rifqi Muammar Hanif (Sastra Inggris), Maria Esterlita Beto (Pendidikan Biologi), Faustina Sakshi Marganingsih (Pendidikan Bahasa Inggris), dan Stefani Setialie serta Chatarina Hikari (Farmasi). Selama menjalani program, para mahasiswa didampingi oleh Agatha Mahardika Anugrayuning, dosen program studi Teknologi Rekayasa Mekatronika.
Salah seorang delegasi, Rifqi Muammar Hanif, mengatakan bahwa menjadi bagian dari program internasional seperti SLP adalah kesempatan besar untuk memperluas wawasan dan mendapatkan pengalaman berharga dalam bekerja dengan komunitas internasional.
“Saya bersyukur bisa belajar banyak dari masyarakat setempat dan delegasi dari negara lain, serta berharap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui program ini,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan oleh Faustina Sakshi.
“SLP 2024 menjadi pengalaman yang sangat baru bagiku. Mulai dari orientasi hingga kegiatan lapangan, ada rasa takut sekaligus excited saat harus bekerjasama dengan teman baru dalam program ini,” ujarnya


Selain mengikuti berbagai kegiatan yang bermanfaat, para delegasi juga mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam democracy fair pada hari keenam. Acara ini mengajarkan perspektif dari berbagai kelompok, termasuk isu konservasi lingkungan yang menjadi minat salah satu delegasi, Maria Esterlita Beto.
"Kegiatan ini memberikan wawasan baru, terutama tentang pentingnya pelestarian lingkungan yang sejalan dengan tema SLP tahun ini," ungkap Lita.
Di sisi lain, kegiatan social night juga menjadi momen penting yang mempererat hubungan antar delegasi. Tim dari Indonesia berkesempatan tampil di panggung dengan membawakan lagu ‘Sayang’ yang mendapat sambutan hangat dari para peserta lainnya.
Program SLP 2024 ini memberikan kesempatan bagi para delegasi untuk mengenalkan budaya dan universitas mereka, mengikuti berbagai kunjungan lapangan, dan berpartisipasi dalam sesi refleksi bersama. Dengan mengikuti program ini, para delegasi tidak hanya memperkuat rasa solidaritas dan tanggungjawab sosial, tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat, sekaligus mengharumkan nama Universitas Sanata Dharma dan Indonesia di kancah internasional.
(VEF/S - BKHI)




