USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

USD Bersama APTIK Mendukung Gerakan Penegakan Demokrasi

diupdate: 2 tahun yang lalu

X

USD- Kamis, 22 Agustus 2024, Rektor Universitas Sanata Dharma, Albertus Bagus Laksana, SJ., S.S., Ph.D., menyampaikan bahwa pimpinan USD mendukung penegakan demokrasi yang dilakukan unsur-unsur masyarakat sipil. Rektor juga menghargai, mendorong dan mendukung inisiatif dan seluruh civitas academica USD bersama kekuatan masyarakat yang lebih luas.

“Menanggapi dinamika politik beberapa hari terakhir ini, Pimpinan USD menyatakan komitmen untuk mendukung penegakan demokrasi di Tanah Air yang sedang dilakukan oleh unsur-unsur masyarakat sipil. Pimpinan USD menghargai, mendorong dan mendukung inisiatif dan keterlibatan seluruh civitas academica USD dalam gerakan-gerakan penegakan demokrasi bersama kekuatan masyarakat yang lebih luas yang terjadi hari-hari ini. Untuk menanggapi dan memfasilitasi usaha ini, koordinasi dan komunikasi, baik internal maupun eksternal, akan kita lakukan agar tercipta gerak bersama sebagai komunitas akademis yang terlibat dalam transformasi kehidupan bangsa kita. Secara khusus, USD bersatu dengan jaringan Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik se-Indonesia (APTIK) dalam menyuarakan keprihatinan dan komitmen seperti tertuang dalam pernyataan berikut ini: …….."

“Bilamana diperlukan, Pendidikan tinggi Katolik harus berani berbicara tentang kebenaran yang tidak mengenakkan, yang tidak menyenangkan opini publik, tetapi diperlukan untuk menjaga kebaikan masyarakat yang sesungguhnya.” (Ex Corde Ecclesiae, no. 32).

Pernyataan Sikap Pimpinan Perguruan Tinggi Katolik yang Tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) tentang Situasi Demokrasi dan Bernegara di Indonesia.

Kami, Perguruan Tinggi Katolik di Indonesia yang tergabung dalam APTIK, dengan penuh keprihatinan mengamati perkembangan terkini terkait kondisi demokrasi dan bernegara harihari ini. Ditolaknya Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 60/PUU-XXII/2024 dan nomor 70/PUU-XXII/2024 dalam revisi Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada) oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berpotensi membawa krisis bangsa dan mengancam keberlangsungan hidup bernegara yang konstitusional.

Sebagai Perguruan Tinggi Katolik, kami ingin menekankan pentingnya inspirasi dari Ajaran Sosial Gereja, khususnya tentang demokrasi, yang menekankan bahwa demokrasi sejati hanya dapat berdiri kokoh jika berakar pada penghormatan terhadap martabat manusia, kesejahteraan bersama, dan solidaritas sosial. Demokrasi bukan sekadar prosedur, tetapi harus mencerminkan etika publik yang menghormati hak-hak asasi setiap individu dan menjunjung tinggi keadilan sosial.

 
Maka, kami menyerukan
  1. Kepada Presiden, DPR, seluruh lembaga negara, TNI dan Polri serta partai politik untuk tetap setia pada konstitusi, pada rakyat, dan pada kebaikan bersama (bonum commune), bukan demi kepentingan politik kekuasaan dan ekonomi elite tertentu.
  2. Agar Presiden dan DPR menghormati putusan Mahkamah Konstitusi dan mematuhinya sebagai keputusan yang final dan mengikat sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 24C ayat (1) dan (2). Kesetiaan pada konstitusi adalah landasan dari tegaknya demokrasi yang sehat dan berkeadaban. Segala bentuk penyimpangan dari nilai-nilai konstitusi dan amanah reformasi akan membawa bangsa ini pada kemunduran dan kehancuran moral. 
  3. Agar Seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mengawal tujuan dan semangat reformasi demi kedaulatan rakyat secara konstitusional, cerdas, dan damai. Kedaulatan rakyat harus menjadi prinsip yang tidak dapat ditawar, karena di sanalah letak kekuatan dan martabat bangsa ini. 
  4. Kepada seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga dan merawat demokrasi Indonesia, demi masa depan yang lebih baik, adil, dan bermartabat bagi seluruh rakyat.

Kamis, 22 Agustus 2024
Perguruan Tinggi Katolik - APTIK
  1. Dr. G. Sri Nurhartanto, S.H., LL.M. (Universitas Atma Jaya Yogyakarta/Koordinator Jaringan Pimpinan Perguruan Tinggi APTIK)
  2. Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K). (Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya - Jakarta)
  3. Prof. Tri Basuki Joewono, Ph.D., (Universitas Katolik Parahyangan - Bandung)
  4. Albertus Bagus Laksana, S.J., S.S., Ph.D. (Universitas Sanata Dharma - Yogyakarta)
  5. Dr. Ferdinand Hindiarto, S.Psi.,M.Si. (Universitas Katolik Soegijapranata - Semarang)
  6. Drs. Kuncoro Foe, Ph.D. (Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya)
  7. Dr. Klemens Mere, S.E., M.Pd., M.M., M.H., M.A.P., BHK. (Universitas Katolik Widya Karya - Malang)
  8. Dr Wihalminus Sombolayuk, SE., M.Si. (Universitas Atma Jaya Makassar)
  9. Dr. Philipus Tule, SVD (Universitas Katolik Widya Mandira - Kupang)
  10. Prof. Dr. Maidin Gultom, S.H., M.Hum. (Universitas Katolik Santo Thomas - Medan)
  11. Dr. Antonius Singgih Setiawan, S.E. M.Si. (Universitas Katolik Musi Charitas - Palembang)
  12. Sr. Veronica Dwiatmi Widyastuti, CB. M.Pd (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus - Jakarta)
  13. Prof. Dr. Johanis Ohoitimur (Universitas Katolik De La Salle - Manado)
  14. Hadi Santoso, S.E., M.M. (Universitas Widya Dharma Pontianak)
  15. Adrian Adiredjo, O.P., S.T.L., M.A., S.T.D. (Universitas Katolik Darma Cendika - Surabaya) 
  16. Arief Widya Prasetya, M.Kep., Ners (STIKES Katolik St. Vincentius A Paulo - Surabaya)
  17. Siprianus Abdu, S.Si., Ns., M.Kes (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris - Makassar)
  18. Henny Y. Pongantung, Ns., MSN., DN., Sc (STIKes Gunung Maria - Tomohon)
  19. Wilhelmus Yape Kii, S.Pt., M.Phil. (Universitas Katolik Weetebula -Sumba Barat Daya)
  20. Sr. M. Felicitas FSE (STIKES Santa Elisabeth - Medan)
  21. Ns. Elizabeth Ari Setyarini, S.Kep.,M.Kes.,AIFO (Universitas Santo Borromeus - Bandung)
  22. Yulia Wardani, MAN (STIKes Panti Rapih - Yogyakarta)
  23. Emirensiana Anu Nono OSF MAN (STIKES St. Elisabeth - Semarang)
  24. Dr. Marselus Ruben Payong, M.Pd. (Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng)
  25. Dr. Otto Gusti Ndegong Madung, SVD (Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero) 26. Augustinus Widyaputranto, M.Si (Direktur Program - Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik)

****

(AFH-Humas)

  kembali