USD – Senin-Selasa, 22-23 Juli 2024, di R. Kadarman dan R. Koendjono, Gedung Pusat Kampus II, Universitas Sanata Dharma bekerjasama dengan RS. Panti Rapih melaksanakan seminar dan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Kegiatan yang melibatkan 237 tenaga kependidikan USD ini dibagi dalam dua gelombang.
Dilaksanakannya kegiatan seminar dan pelatihan BHD ini sebagai pembekalan bagi para tendik dalam rangka memberikan layanan pendukung tridharma, khususnya dalam situasi kedaruratan. Kepala Biro Personalia USD, Khatarina Wenna Murwani Listyoati, S.E., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pembekalan tindakan dasar yang bersifat preventif sebagai implementasi SK Rektor tentang keselamatan kerja.
“Salah satu butir SK Rektor tentang keselamatan kerja dan kegiatan tridharma adalah perlunya pelatihan kepada pegawai USD untuk dapat memberikan pertolongan pada korban dalam situasi kecelakaan dan kedaruratan. Maka lewat pelatihan BHD ini, setidaknya para tendik mengetahui akan ilmu dasarnya. Jadi ketika nanti berhadapan dengan situasi kedaruratan, kita bisa mengurangi rasa panik dan bisa menindaklanjuti dengan tepat,” ungkapnya.

Wakil Rekotr II USD, Dr. Yohanes Harsoyo, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini sebagai implementasi dari panggilan manusiawi setiap pegawai USD untuk bisa membantu sesama.
"Salah satu dimensi manusia adalah kita memahami bahwa kita adalah makhluk individu dan sosial. Kita unik, punya otonomi dan batas tertentu. Maka dari itu, sebagai makhluk sosial yang saling tergantung dan membutuhkan bantuan orang lain, kita semua harus saling terlibat. Seminar dan pelatihan ini dimensinya keluar, siap untuk membantu orang lain, dan ini merupakan bagian dari kesejahteraan sosial. Kalau kita care, peduli, tentu kita semua akan semakin bahagia,” pesannya.
Fasilitator pelatihan, dr. David Budi Wibowo, dalam penyampaian materi mengungkapkan harapannya dengan adanya pelaksanaan pelatihan ini.
“Saya sangat mengapresiasi Universitas Sanata Dharma yang memberikan pelatihan BHD bagi semua tendik dalam rangka memberikan pelayanan di dunia pendidikan. Besar harapan saya agar masyarakat awam mampu mengenal berbagai cara dalam menolong sesama yang mungkin saja sedang jauh dari rumah sakit atau mungkin yang membutuhkan pertolongan pertama,” ungkapnya.

Kegiatan seminar sekaligus pelatihan ini dibagi menjadi tiga sesi, yakni; sesi satu mengenal penatalaksanaan pada korban henti jantung dan napas, serta pada korban tersedak. Lalu sesi kedua yaitu pengenalan mengenai P3K, Teknik evakuasi dan transportasi, serta triase bencana. Di akhir sesi, peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk mempraktekkan hal yang sudah dipelajari di kedua sesi.
dr. Hieronimus Indra Wira Kusuma, yang menjadi fasilitator di gelombang kedua sangat mengapresiasi antusiasme dan kesungguhan para peserta dalam mengikuti pelatihan.
“Saya sangat appreciate melihat antusiasme Bapak-Ibu. Sangat bersemangat dan bersunguh-sungguh mengikuti semua proses. Semoga pelatihan ini berguna bagi panjenengan semua dan mari berharap, hal ini tidak perlu dipraktekkan. Namun jika harus dipraktekkan, saya rasa Bapak-Ibu sudah sangat siap memberikan bantuan hidup dasar bagi korban,” pungkasnya.
(CIR/YMA-Humas)




