USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Teknologi Pembangkit Gelembung Mikro Tim Abdimas TM USD Tingkatkan Kualitas Kolam Budi Daya Lele

diupdate: 2 tahun yang lalu


dok. Tim Abdimas MBG Teknik Mesin USD

USD - Kamis, 27 Juni 2024 - Tim pengabdian kepada masyarakat (abdimas) Program Studi Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Universitas Sanata Dharma (USD) memperkenalkan teknologi pembangkit gelembung mikro (microbubble generator/MBG) untuk mendukung optimalisasi aerasi kolam budidaya ikan di padukuhan Jowilayan-Kanutan, kalurahan Sumbermulyo, kapanewonan Bambanglipuro, kabupatan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selama ini para pembudidaya lele di wilayani dukuh Jowilayan-Kanutan menggunakan tipe kolam terpal yang masih menghadapi masalah utama yaitu aerasi dan produksi amonia dari kotoran ikan.

“Optimalisasi aerasi diharapkan turut menjadi solusi terdekat atas situasi ini”, ungkap Wahyu Wijanarko, selaku koordinator gabungan kelompok tani, sekaligus Dukuh Jowilayan-Kanutan.

Dengan teknologi MBG aerasi kolam dapat dioptimalkan sehingga kualitas air kolam meningkat,s sehingga kulitas dan produktivitas hasil budidaya lele diharapakan dapay meningkat.  Koordinator Tim Abdimas, Achilleus Hermawan Astyanto memberikan penjelasan terkait prinsip dasar dan mekanisme kerja, serta proses pembuatan hingga demonstrasi unit MBG.

“Selain didesain sederhana mungkin, unit MBG yang dikembangkan oleh prodi TM FST USD mengoptimalkan pemanfaatan berbagai komponen standar yang tersedia di pasaran. Hal ini memungkinkan para pembudidaya yang ingin mengaplikasikan teknologi ini dapat menduplikasinya”, tutur Achil.

Achil juga menambahkan bahwa unit MBG yang dibawanya adalah pengembangan dari unit sebelumnya.

“Unit ini merupakan generasi kedua yang memberikan performa lebih baik dan lebih stabil dibandingkan dengan generasi pertama yang telah diluncurkan hampir setahun yang lalu. Meskipun demikian, dari segi biaya pembuatan, generasi kedua ini berhasil dibuat dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan generasi pertama. Selain itu, ke depannya juga direncanakan pengembangan unit yang telah mengakomodir otomatisasi, serta terintegrasi IoT (internet of things- red)”, lanjutnya.

Cornelius Rinto Wibowo selaku pendiri usaha budidaya ikan Senandung Betta menyampaikan kesiapannya untuk mendukung penerapan teknologi MBG melalui pemantauan dan pencatatan data terpadu di kolam budidaya ikan.

“Kami siap mendukung aplikasi teknologi MBG ini dalam bentuk memonitoring penggunaannya di kolam. Dengan demikian data yang dicatat dapat dipergunakan untuk proses evaluasi unit teknologi ini”, ungkapnya.

Pada kesempatan ini Tim Abdimas Teknik Mesin USD berkesempatan menyerahkan dua unit teknologi MBG dari USD kepada usaha budidaya ikan Senandung Betta.

“Semoga teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas air kolam sehingga nantinya dapat mengoptimalkan hasil panen”, ungkap Ir. Budi Setyahandana, M.T., Kaprodi TM, saat menghibahkan dua unit teknologi MBG.

“Kami mengapresiasi kehadiran tim abdimas USD, dan senantiasa terbuka untuk berkolaborasi di kesempatan-kesempatan mendatang”, tutup Wahyu Wijanarko.

Abdimas ini merupakan upaya nyata USD dalam membangun kolaborasi dengan masyarakat, terkhusus di sektor penerapan teknologi tepat guna. Dengan demikian, perguruan tinggi berkesempatan mengimplementasikan hasil penelitiannya, serta masyarakat juga dapat merasakan manfaat langsung.

(AHA)

  kembali