USD, Rabu 26 Juni 2024, Sejumlah 1585 mahasiswa mengikuti upacara Penerjunan Mahasiswa KKN Angkatan 68 Periode Semester Genap 2023/2024 di Auditorium Driyarkara Kampus II Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. KKN periode ini mengambil tema ‘Bersinergi Bersama Masyarakat Membangun Negeri'.
Selama 1 bulan kedepan, para mahasiswa akan tinggal dan mengabdi di tengah masyarakat lewat berbagai program kerja. Mereka terbagi dalam 177 kelompok yang tersebar di berbagai padukuhan di wilayah Kabupaten Gunung Kidul, Bantul, Kulon Progo, dan Temanggung. Pada periode ini, sebanyak 15 mahasiswa juga menjalani KKN di wilayah Keuskupan Ketapang, Kalimantan Barat dan 14 mahasiswa menjalani KKN Non Reguler di Perpustakaan Universitas Sanata Dharma.
KKN pada periode 68 ini juga diikuti oleh 10 orang mahasiswa dari Sogang University Seoul, South Korea. Kehadiran mahasiswa jurusan Business Administration tersebut menjadi menjadi peserta KKN dalam rangka memperingati 10 tahun kerjasama yang telah terjalin antara Universitas Sanata Dharma dengan Sogang University.

Fidelis Chosa Kastuhandani, M.Hum., Ph.D., tim Pusat Kuliah Kerja Nyata memberikan gambaran tentang tahapan dan program kerja yang disusun oleh para mahasiswa peserta KKN ini.
“Tahap pertama berupa observasi oleh mahasiswa di setiap padukuhan dan tahap kedua adalah pelaksanaan kegiatan KKN dalam bentuk live in bersama masyarakat di padukuhan yang sedang ditentukan untuk menjalankan program kerja mereka. Berbagai program kerja yang telah dirancang oleh mahasiswa, semuanya berbasis penyelesaian masalah dan pemberdayaan potensi masyarakat desa setempat,” ungkapnya.
Rektor Universitas Sanata Dharma, Romo Albertus Bagus Laksana, SJ, S.S., Ph.D, dalam sambutannya bahwa KKN menjadi kesempatan yang baik untuk mahasiswa bekerja bersama masyarakat dan berakar pada lokalitas.
“Para mahasiswa harus benar-benar berada di tempat KKN, menyediakan diri, baik badan maupun jiwanya, serta belajar mengabdi kepada masyarakat sepenuh hati. Kita juga harus terbuka untuk berdialog dalam program kerja bersama masyarakat. Berpartisipasilah dengan sepenuh hati, untuk membantu masyarakat bertransformasi menjadi lebih baik, berkembang, dan maju lewat cara dan kehadiran kita, ” pungkasnya.
Fidencia Mytha Permata Sari, salah seorang mahasiswa Farmasi angkatan 2021 berkesempatan membagikan rencana dan harapannya.
Fidencia Mytha Permata Sari, salah seorang mahasiswa Farmasi angkatan 2021 berkesempatan membagikan rencana dan harapannya.
“Kami akan melakukan KKN di Bejen, Temanggung. Selama satu bulan kami akan bekerjasama dengan masyarakat, UMKM, ibu-ibu PKK, dan anak-anak yang ada di desa sana. Kegiatan yang akan kami lakukan antara lain, dokumentasi kegiatan, belajar bersama dengan anak-anak desa setempat, pemeriksaan kesehatan, dan sebagai puncak kami akan mengadakan turnamen voli karena warga disana sangat antusias ketika ada ajang pertandingan olahraga, khususnya voli. Semoga ini semua bisa berguna dan berkesan bagi masyarakat setempat” ungkapnya.

Sementara itu, Noa (장희주) salah seorang peserta dari Sogang University, nampak sangat antusias untuk mengikuti KKN USD, mengingat hal ini adalah kesempatan yang langka baginya.
Sementara itu, Noa (장희주) salah seorang peserta dari Sogang University, nampak sangat antusias untuk mengikuti KKN USD, mengingat hal ini adalah kesempatan yang langka baginya.
“Kesempatan ini sungguh tidak terbayangkan dan jelas di luar dugaan saya bisa berada di tempat ini, di Universitas Sanata Dharma di Indonesia, ikut menjalani program KKN ini. Saya sangat terkesan karena teman-teman disini yang sangat ramah menyambut kami yang berasal dari tempat yang jauh dan budaya yang berbeda. Ini tentu akan menjadi pengalaman yang sungguh tidak terlupakan. Maka, waktu yang ada disini akan saya habiskan dan saya nikmati dengan sebaik-baiknya. Program-program yang sudah ada juga akan menjadi kesempatan saya untuk belajar dan berkembang bersama kalian semua” ungkapnya.
Senada dengan Noa, Prof. Jaehak Jung selaku pendamping para mahasiswa dari Sogang University juga mengungkapkan kegembiraannya bisa terlibat dalam KKN USD.
“Saya merasa ini adalah program yang bisa mengembangkan para mahasiswa universitas kami. Apa yang kami jumpai disini sangat unik tetapi sangat bermanfaat karena ini adalah program formatif dan saya percaya mereka semua dapat terlibat menjalankan program ini disini dan setelah selesai nanti dan mereka kembali ke Korea, mereka semua mendapat pengetahuan yang baru dan luas tentang cara hidup dan cara berpikir, kebudayaan dan juga tata krama masyarakat Indonesia pada khususnya” ungkapnya.
(YMA/YKS- Humas)




