USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Sanata Dharma Raih Penghargaan Juara I Paritrana Award

diupdate: 2 tahun yang lalu

Piagam Penghargaan Juara I Paritrana Award 2024 Kategori Bidang Pendidikan yang diraih Yayasan/Universitas Sanat Dharma (foto: Humas USD)

USD - Selasa, 25 Juni 2024, Yayasan Sanata Dharma, melalui Universitas Sanata Dharma meraih Penghargaan Juara I Jaminan Ketenagakerjaan (Paritrana Award) tahun 2023. Seperti diketahui, perlindungan sosial ketenagakerjaan adalah pilar penting dalam menciptakan iklim kerja yang kondusif dan produktif. Jaminan sosial memberikan rasa aman kepada tenaga kerja, yang berdampak pada dorongan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan bersama.

Sejak Januari 2024, Panitia Penghargaan Paritrana Award telah melakukan sosialisasi, verifikasi administrasi, dan proses wawancara kepada para kandidat. Berdasarkan hasil wawancara, panitia penghargaan menetapkan juara di setiap kategori. Yayasan Sanata Dharma sebagai badan penyelenggara Universitas Sanata Dharma berhasil meraih Juara I pada kategori Badan Usaha Sektor Pendidikan.

Penghargaan diserahkan oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X bersama Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jateng DIY, Isnavodiar Jatmiko di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Staf Yayasan Sanata Dharma, Eduardus Maryarsanto Padmosulistyo, S.E., Akt., mewakili Pengurus Yayasan menerima penghargaan ini pada Selasa 25 Juni 2024.

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X menyerahkan Penghargaan Juara I Paritrana Award 2024 Kategori Bidang Pendidikan kepala Staf Yayasan Sanata Dharma, Eduardus Maryarsanto Padmosulistyo, S.E., Akt., di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Selasa, 25 Juni 2024 (foto: jogjaprov.id)

Sri Paduka KGPAA Pakualam X menyampaikan bahwa Jaminan Sosial Ketenagakerjaan memiliki arti penting dalam meningkatkan kesejahteraan para pekerja.

“Paritrana Award 2023 ini dapat memberi motivasi dan membangun kesadaran akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan dan memperluas cakupan kepesertaan melalui dukungan Pemda, perusahaan, dan stakeholder lainnya,” ungkap Sri Paduka.

Bagi Yayasan Sanata Dharma, keberhasilan meraih penghargaan ini memiliki makna tertentu, seperti yang diungkap Romo Albertus Hartana, SJ., Bendahara Yayasan.

"Yayasan bersama dengan Universitas Sanata Dharma mempunyai komitmen untuk memperhatikan kesejahteraan para pegawai, baik dosen maupun tendik. Ini adalah implementasi semangat cerdas dan humanis. Cerdas dalam artian, sebagai institusi pendidikan yang tinggal di Indonesia, kita mengikuti, mendaftarkan dan melaporkan jaminan sosial ketenagakerjaan yang menjadi program pemerintah. Humanis dalam artian kita ingin memberikan yang terbaik sebagai bentuk tanggung jawab dan perlindungan Yayasan kepada para pegawai, yang menjadi unsur penting dalam institusi pendidikan ini," ungkapnya.

Keberhasilan dalam Paritrana Award ini menyusul penghargaan kelembagaan yang diraih sebelumnya oleh Yayasan Sanata Dharma yaitu sebagai Wajib Pajak PBB-P2 Panutan tahun 2024.

"Semoga dengan raihan penghargaan ini, kami semakin dapat melayani para pegawai, sehingga para dosen dan tendik di lingkungan Yayasan dan Universitas Sanata Dharma semakin sejahtera, sehat lahir dan batin," pungkas Romo Hartana.

(AFH)

  kembali