USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

'Dear Yesterday: Eksplorasi dan Refleksi Mahasiswa Sastra Inggris tentang Penyembuhan Luka Masa Lalu

diupdate: 2 tahun yang lalu

Pentas 'Dear Yesterday', Sabtu, 15 Juni 2024 (dok. Humas)
 
USD- Sabtu, 15 Juni 2024, Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris kembali menggelar penampilan teater tahunan yang bertajuk English Letters the Musical di Auditorium Driyarkara Kampus II USD. Pada gelaran tahun ini, cerita yang ditampilkan adalah Dear Yesterday, karya tiga mahasiswa Sastra Inggris yang mengangkat kisah tentang penyembuhan dari luka di masa lalu.
 
Kaprodi Sastra Inggris, FX. Risang Baskara, M.Hum., Ph.D.,menyampaikan bahwa penampilan teater menjadi ajakan untuk merefleksikan hal-hal yang telah terjadi di masa lampau. 

Pentas 'Dear Yesterday', Sabtu, 15 Juni 2024 (dok. Humas)

“Dear Yesterday merupakan judul menarik yang mengajak kita semua untuk mulai merefleksikan hal-hal yang telah kita lalui. Saya percaya bahwa para mahasiswa dan mahasiswi kami bisa mengajak kita menilik kembali masa lalu dan melampauinya. Semoga dengan penampilan teater ini, kita bisa terinspirasi agar menjadi manusia yang lebih baik lagi,” ungkapnya.
 
Kepala Produksi Teater, Matha Gratia, menyampaikan bahwa pentas teater yang dihadiri 500 penonton ini telah dipersiapkan dalam jangka waktu panjang dan menjadi pembelajaran mahasiswa tentang kerja keras, kolaborasi, dan menyadari realitas dunia. 
 
“Persiapan kegiatan ini tidaklah singkat. Malam ini, kita berkumpul di tempat ini tidak hanya untuk menyaksikan penampilan teater, tetapi juga untuk merayakan kombinasi dari kerja keras, dunia nyata, dan kolaborasi. Ketika tirai dibuka, marilah kita mengingat bahwa teater tidak hanya sekadar penampilan, teater juga merupakan eksplorasi kemampuan, refleksi dari tantangan yang kita hadapi, dan pencapaian,” tutur Martha.

Pentas 'Dear Yesterday', Sabtu, 15 Juni 2024 (dok. Humas)
 
Dear Yesterday merupakan kisah kehidupan seorang perempuan bernama Bulan yang memiliki pengalaman buruk di masa lalu. Dalam perjalanannya, Bulan menyadari bahwa tidak semua kenangan masa lalu perlu dilupakan walau memang ada kenangan yang perlu dilepaskan dan dijadikan pembelajaran. Perjalanan Bulan dalam menyembuhkan luka masa lalu mempengaruhi hubungan yang ia miliki dengan orang-orang di sekitar dia. Bulan pun menyadari bahwa trauma bukanlah hanya sebuah kejadian, melainkan sebuah pembelajaran berharga yang membentuk dirinya. Perjalanan ini juga menjadi kesempatan untuk melihat dan menghargai banyak hal dari berbagai sudut pandang.
 
Cerita yang dibawakan adalah karya orisinil tiga mahasiswi Program Studi Sastra Inggris USD, yaitu Felicia Arillatri Nimas Ragilita, Veronica Esther Diah Kurniawati, dan Kinanthi Raras Astuti. Karya ini mengambil inspirasi dari pengalaman yang dialami orang banyak di kehidupan sehari-hari. Dengan membawakan cerita ini, mereka percaya bahwa audiens akan mengambil pesan penting dari penampilan teater ini, khususnya dalam membangun dan merawat hubungan intrapersonal serta interpersonal.
 
(CJM/KSM/DKS-Humas)
 

  kembali