USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Misa Penutupan Akhir Semester Genap 2024: Tuhan Menguatkan dan Meneguhkanku

diupdate: 2 tahun yang lalu

Ekaristi Akhir Semester Genap, Kapel Bellarminus, 7 Juni 2024 (foto: Humas)

USD- Jumat, 7 Juni 2024, di Kapel Bellarminus Kampus 1 dan R. Drost Kampus III Universitas Sanata Dharma, Campus Ministry menyelenggarakan Perayaan Ekaristi Penutupan Semester Genap Tahun Akademik 2024 dengan tema “Tuhan Menguatkan dan Meneguhkanku”. Tema ini mengajak seluruh civitas academica Universitas Sanata Dharma untuk terus bersyukur atas rahmat dan penyertaan Tuhan selama satu semester yang telah dilalui. 
 
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Lucianus Suharjanto, SJ, Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan dimeriahkan oleh petugas koor dari Paduan Suara Fakultas Ekonomi. Sementara di Kampus III, Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Kepala Campus Ministry, Rm. Yustinus Rumanto, SJ.
 
Dalam homilinya, Romo Harjanto, sapanya, mengajak umat untuk mengalami kebangkitan.

Ekaristi Akhir Semester Genap, Kapel Bellarminus, 7 Juni 2024 (foto: Humas)

 
“Bacaan Injil hari ini yang bertepatan dengan Hari Raya Hati Kudus Yesus yang dirayakan oleh Gereja, sangat menginspirasi karena bercerita mengenai Kematian Yesus Kristus, yang digambarkan melalui kaki yang patah dan hati yang tertikam. Kita semua yang hadir disini harus berusaha menjadi akademisi yang tidak berhenti karena patah kaki dan tidak tertikam hatinya. Kebangkitan Kristus dari kematian mendekonstruksi kita. Melalui proses kebangkitan, kita mengalami perluasan ilmu dan pengetahuan. Dan dengannya, kita diajak membagikan kekayaan ilmu pengetahuan itu, menyampaikannya kepada banyak orang yang kita jumpai,” ungkapnya.
 
Rektor Universitas Sanata Dharma, Romo Albertus Bagus Laksana, SJ, SS, Ph.D, yang hadir dalam Perayaan Ekaristi di Kapel Bellarminus, berkesempatan menyampaikan sambutannya di bagian akhir Perayaan Ekaristi. 
 
“Kita semua patut bersyukur atas satu semester yang bisa kita lalui bersama. Ada banyak pengalaman yang boleh kita rasakan bersama, termasuk juga gejolak-gejolak dinamika politik yang terjadi pada awal semester lalu saat menjelang Pemilu. Maka saya boleh berkata bahwa semester ini bukan hanya be happy atau menjadi bahagia, tetapi juga being meaningful yang berarti menjadi bermakna secara lebih”, pungkasnya. 
 
(YMA)
 

  kembali