Service Learning Program (SLP), sebuah agenda tahunan Asosiasi Universitas Jesuit se-Asia Pasific tahun ini akan diselenggarakan di Davao, Filipina mulai tanggal 7-27 Agustus 2011. Universitas Sanata Dharma (USD) telah memilih tujuh mahasiswa untuk menjadi duta kegiatan internasional yang melibatkan sedikitnya lima Negara di kawasan Asia Pasifik tersebut. Mahasiswa-mahasiswi tersebut terpilih melalui proses seleksi wawancara yang dilaksanakan oleh pihak WR III. Setelah terpilih, serangkaian proses mulai dari pembekalan hingga kegiatan pra-SLP pun dimulai.
Tema SLP tahun ini, Education of Environmental Stewardship: A Model toward Reconciliation with Creation, mengajak mahasiswa dari berbagai negara untuk bersama-sama melihat lebih dekat mengenai isu-isu tentang lingkungan hidup. Para partisipan diajak untuk siap dan berani menjadi agen-agen perubahan yang mampu menempatkan diri di tengah-tengah sesama dan makhluk ciptaan yang lain. Untuk itu, tim SLP USD melakukan sebuah aksi kecil berdasarkan keprihatinan akan keadaan lereng Merapi pasca erupsi.
Pada tanggal 29 Juli 2011 yang lalu, ketujuh anggota tim SLP 2011 bersama dengan enam rekan dari berbagai universitas dan komunitas melaksanakan kegiatan bakti lingkungan di lereng gunung Merapi. Kegiatan yang dilangsungkan cukup sederhana, yaitu mencari ulat yang menempel di pohon-pohon yang sedang tumbuh di daerah Petung dan menyebarkan pupuk. Kegiatan sederhana ini berlangsung mulai dari pukul 11.00 siang hingga pukul 15.30 sore. Latar belakang kegiatan ini adalah keprihatinan mengenai maraknya penghijauan berbasis proyek, yang hanya menyuarakan "penanaman" dan mengesampingkan "perawatan" pohon. Ini merupakan kegiatan awal yang dilakukan sebagai bentuk "pemanasan" untuk menyambut kegiatan SLP sesungguhnya di Davao. Sebelumnya, tim juga melakukan aksi sederhana membagi-bagikan stiker bertajuk "small act big impact" untuk sosialisasi pentingnya membuang sampah di tempat sampah dan "bike for earth" untuk mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan.
Hal lain yang menarik dari persiapan tim SLP 2011 USD adalah persiapan cultural day. Dalam agenda program SLP di Davao, terdapat satu hari kebudayaan untuk para peserta menyajikan kekhasan negara masing-masing. Sebagai wakil dari Indonesia, tim telah berlatih untuk menyajikan sebuah komposisi tarian tradisional. Diharapkan komposisi tersebut mampu mewakili kebudayaan tanah air yang terdiri dari berbagai macam suku dan bahasa.
Segala macam persiapan dan kegiatan tersebut tentunya tidak lepas dari pemahaman dan penerapan pedagogi Ignasian yang selama ini "diimani" oleh USD. Konsep pengalaman-refleksi-aksi menjadi dasar seluruh kegiatan persiapan yang dilakukan oleh tim.
Pada akhirnya, segenap pihak yang turut terlibat dalam keberlangsungan kegiatan SLP seperti WR I, WR II, WR III, dan BKHLN telah yakin untuk melepaskan tim SLP 2011. Tim akan berangkat menuju Davao pada hari Jumat, 5 Agustus 2011. Diharapkan, kegiatan tersebut menjadi ajang pelatihan bagi tim untuk benar-benar menjadi agen perubahan lingkungan yang sejati, dengan menularkan pengalaman yang didapat pada teman-teman di tanah air.
Dengan tekad yang kuat dan persiapan yang cukup panjang, tim siap untuk berangkat ke Filipina, tidak hanya untuk membawa nama pribadi, tetapi juga untuk membawa citra baik universitas pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Meskipun hanya tujuh benih kecil kebaikan, semangat yang tertular dari benih kecil tersebut diharapkan mampu menginspirasi benih-benih yang lain. (CK)




