
Sabtu 11 November 2023, bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, Fakultas Farmasi USD menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Sistem Kesehatan Nasional” yang diselenggarakan di Ruang Koendjono, Kampus II USD, Mrican, Yogyakarta.
Seminar ini menghadirkan para narasumber diantaranya Kepala Dinas Kesehatan DIY, drg. Pembajun Setyaningastutie, M.Kes; Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, apt. Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si; dan Ketua Indonesian Health Observer, dr. Abidinsyah Siregar, DHSM., MBA., M.Kes.

Wakil Rektor II USD, Dr. Yohanes Harsoyo, M.Si., dalam sambutannya mewakili Rektor menyampaikan bahwa transformasi kesehatan saat ini sangat mengandalkan IPTEK, “Ada beberapa tonggak-tonggak penting dimana manusia memperhatikan kualitas hidupnya. Human Development Index salah satunya.
Hal Ini memberikan kesadaran untuk kita, bahwa kedepannya jika ingin menjadi manusia yang makmur, maka harus menguasai IPTEK” tuturnya.

“Maka sekarang semua berlomba untuk membuat maju dalam bidang kesehatan dengan bantuan IPTEK. Tantangan kita sangat tinggi, dan tidak bisa dikerjakan sendiri, kita semua punya misi untuk memajukan hal ini. USD sangat mendukung acara ini, banyak hal yang kita pelajari, dan harapannya akan banyak tindak lanjut kedepannya.” pesannya.

Pembicara pertama, drg. Pembajun Setyaningastutie, M.Kes. menyampaikan materi mengenai Sistem Ketahanan Nasional dan Transformasi Kesehatan. Sistem Kesehatan Nasional dan Transformasi Kesehatan menjadi isu yang penting setelah kita menghadapi pandemi setahun kebelakang. Sistem Kesehatan Nasional mengacu pada Undang-Undang nomor.17 tahun 2023, dimana didalamnya ada bagaimana pengelolaan kesehatan yang baik dan benar.
“Sebenarnya di dalam sistem kesehatan, kita ini harus berkembang. Dulu ada flu, sekarang ada covid. Hal Ini menandakan bahwa kita harus adaptif terhadap transformasi dan upgrade sistem kesehatan dari masa ke masa.” tuturnya

Pembicara kedua, dr. Abidinsyah Siregar, DHSM., MBA., M.Kes., menyampaikan materi mengenai sosialisasi dan kiat-kiat untuk mengedukasi masyarakat supaya lebih mempunyai keterampilan di bidang kesehatan, dan semakin aware dengan berbagai penyakit yang ada di masyarakat, “Yang harus jadi dokter dan spesialis itu bukan saya, tapi masyarakat. Kita sebagai dokter terus mengupayakan masyarakat untuk bisa menjadi dokter bagi diri sendiri dan masyarakat” tuturnya.
Sebagai penutup, Ia menunjukkan upaya pemerintah, khususnya di DIY dalam penanganan penyakit yang ada di masyarakat, “Pemerintah saat ini menggunakan pendekatan promotif dan preventif khususnya di DIY, untuk menekan penderita penyakit yang ada di masyarakat. Hal ini dikarenakan banyaknya pendatang yang datang ke DIY, mulai dari HIV dan juga Narkoba yang tinggi, maka tindakan inilah yang terus diupayakan oleh pemerintah” tutupnya.

Pembicara ketiga, Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., menyampaikan pengembangan SDM harus terus digenjot untuk menghasilkan SDM yang semakin unggul, khususnya di dunia kesehatan, seperti dokter dan apoteker, “Pengembangan kompetensi saat ini juga sedang digencarkan di rumah sakit dan juga fasilitas kesehatan kita.
Contohnya, sebagai sarjana farmasi atau apoteker, harus ada pengembangan keterampilan lain, supaya SDM kita juga semakin unggul” tuturnya.

Beliau juga menyampaikan materi mengenai Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKN). Sistem Informasi Kesehatan Nasional adalah seperangkat tatanan yang meliputi data, informasi, indikator, prosedur, perangkat, teknologi, dan sumber daya manusia yang saling berkaitan dan dikelola secara terpadu untuk mengarahkan tindakan atau keputusan yang berguna dalam mendukung pembangunan kesehatan.

Pada kesempatan ini, diselenggarakan pula pelantikan pengurus Observasi Kesehatan Indonesia (OBKESINDO DIY) dengan Dr. apt. Ipang Djunarko (Farmasi USD) sebagai Koordinator OBKESINDO DIY.
(SPP/CSNS- Humas)




