
Senin 16 Oktober 2023 Universitas Sanata Dharma hadir di Kelurahan Kaliagung, Kabupaten Kulonprogo untuk melakukan pendampingan penanangan tengkes (stunting). Kegiatan pendampingan yang dijalankan selama sepekan tersebut adalah bagian dari Kegiatan Pengabdian Masyarakat dalam Rangka Dies Natalis ke-68 USD.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USD, Gabriel Fajar Sasmita Aji, mengatakan bahwa pendampingan tersebut dilakukan dalam rangka Dies Natalis ke-68 USD. Kata dia, USD melibatkan beberapa fakultas terkait yang dapat membantu penanganan tengkes.
“Terdapat tujuh kegiatan pengabdian dalam rangka Dies Natalis ke-68 . Lima kegiatan oleh tim dosen dari berbagai fakultas, lalu dua kegiatan dari unit kegiatan mahasiswa [UKM] yaitu Pengabdian Masyarakat dan Korps Sukarela [Palang Merah Indonesia],” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor USD, Romo Albertus Bagus Laksana, dalam sambutabn pembukaan mengatakan bahwa USD memiliki komitmen untuk menjadi bagian dari penyelesaian persolan di masyarakat dan tengkes menjadi bagian dari persoalan sosial yang luas. Dengan itu, pendekatan penanganan dapat dilakukan dari beberapa sektor tidak hanya melulu mengenai gizi seimbang.
“Penanganan tengkes harus lebih integral melibatkan banyak ilmu dan pendekatan. Tidak hanya anaknya diberi makan yang baik tapi juga perlu diberi konteks lingkungan hidup, keluarga, sosial, dan budaya yang lebih baik,” kata Romo Bagus.
Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini, USD mengagendakan pendampingan selama sepekan dengan fokus masing-masing.
Pada hari pertama, tim Farmasi memberikan sosialisasi dan edukasi kepada kelompok wanita tani (KWT) dan kader posyandu terkait dengan penanggulangan dan pencegahan tengkes. Hari kedua, tim Ekonomi dengan materi kesehatan keuangan keluarga. Pada hari ke-tiga, tim Prodi Biologi FKIP mensosialisasikan program diversifikasi tanaman.
Pada hari pertama, tim Farmasi memberikan sosialisasi dan edukasi kepada kelompok wanita tani (KWT) dan kader posyandu terkait dengan penanggulangan dan pencegahan tengkes. Hari kedua, tim Ekonomi dengan materi kesehatan keuangan keluarga. Pada hari ke-tiga, tim Prodi Biologi FKIP mensosialisasikan program diversifikasi tanaman.
Tim Psikologi akan menyampaikan akar masalah tengkes bukan hanya disebabkan oleh Ibu mengandung atau perseorangan namun juga masyarakat keseluruhan pada hari ke-empat. Sasaran sosialisasi tersebut adalah pejabat Pemerintah Kalurahan setempat dan bapak-bapak. Sehari setelahnya, tim Teknik akan memberikan pelatihan pembuatan gelombang mikro untuk sektor perikanan. Gelombang mikro akan merangsang pertumbuhan ikan.
Pada hari ke-6, kegiatan dilaksanakan oleh para mahasiswa yang bekerja sama dengan ahli gizi dari RS Panti Rapih. kegiatan akan diisi demo memasak dan sosialisasi kesehatan.
Kalurahan Kaliagung menjadi lokasi pengabdian masyarakat USD karena termasuk dalam wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi, yang berdampak pada terjadinya tengkes.
Hal ini ditegaskan Kader Posyandu Kaliagung, Erning Riyanti, yang menyampaikan bahwa pendampingan dalam bermacam bentuknya seperti sosialisasi dan edukasi sangat perlu dilakukan lagi di Kaliagung. Pasalnya masih ada anak yang mengalami tengkes di kalurahan tersebut.
“Sangat perlu sekali pendampingan seperti ini. Ini kan baru awal ya. Kalau bisa ada praktik pembuatan coconut oil. Perlu dilanjutkan lah,” kata Erning.
Erning menegaskan angka tengkes di Kaliagung turun menjadi 10% dari 16%. Dia mengklaim penurunan angka tengkes tersebut tergolong baik dibandingkan kalurahan lain.
(AFH-Humas)




