
Kegiatan telah dimulai dengan kunjungan siswa-siswi SDK Duwet ke Laboratorium Kebun Tanaman Obat di Fakultas Farmasi USD pada pertengahan bulan Juli 2023, dengan didampingi Guru Kelas. Para siswa ini belajar dengan mengenal berbagai tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan Obat Tradisional (OT).
Dari hasil pretest ternyata beberapa tanaman telah dikenal oleh para siswa, terutama tanaman yang sering dijumpai di sekitar rumah maupun yang digunakan sebagai bumbu masak di dapur.
Sangat terlihat antusiasme siswa untuk mengenal lebih dekat berbagai tanaman obat ini. Interaksi langsung dengan berbagai tanaman di kebun menjadi daya tarik siswa untuk belajar.
Dari hasil pretest ternyata beberapa tanaman telah dikenal oleh para siswa, terutama tanaman yang sering dijumpai di sekitar rumah maupun yang digunakan sebagai bumbu masak di dapur.
Sangat terlihat antusiasme siswa untuk mengenal lebih dekat berbagai tanaman obat ini. Interaksi langsung dengan berbagai tanaman di kebun menjadi daya tarik siswa untuk belajar.
Sebagai kelanjutan program, maka pada akhir bulan Agustus 2023, diadakan pelatihan pembuatan langsung beberapa jenis OT di SDK Duwet, untuk siswa yang sama.
Kegiatan menjadi sangat menarik karena para siswa memraktikkan langsung pembuatan OT dari beberapa rempah bumbu dapur, seperti bawang putih, bawang merah, kencur, kunyit, dan jahe. Praktik didampingi para Dosen dan mahasiswa dari Fakultas Farmasi.
Kegiatan menjadi sangat menarik karena para siswa memraktikkan langsung pembuatan OT dari beberapa rempah bumbu dapur, seperti bawang putih, bawang merah, kencur, kunyit, dan jahe. Praktik didampingi para Dosen dan mahasiswa dari Fakultas Farmasi.
Suasana gembira dan semangat bersama para mahasiswa pendamping dan Dosen dari Fakultas Psikologi sangat berperan dalam membantu pemahaman para siswa.

Praktik pembuatan OT ini diakhiri dengan presentasi kelompok. Para siswa begitu antusias dan dapat bercerita dengan lancar.
Mereka menyatakan senang dengan kegiatan ini dan ternyata bahan yang biasanya dikenal hanya sebagai bumbu dapur juga memiliki kegunaan sebagai OT yang praktis. Untuk memotivasi lebih lanjut, maka di akhir kegiatan dibagikan setifikat bagi para siswa. Keberhasilan pemahaman dan ketrampilan para siswa diukur dengan pretest dan postest menggunakan pertanyaan sederhana mengenai nama bahan, cara pembuatan dan penggunaan OT yang telah dipraktikkan.
Hasilnya sangat memuaskan. Sebagai gambaran hasil pretest, rerata nilai= 60.5. Mayoritas siswa telah mengenal rempah bumbu dapur yang akan dipraktikkan, namun mayoritas belum mengetahui kegunaannya sebagai OT. Selesai praktik pembuatan OT, dilakukan postest, hasilnya sangat bagus dengan rerata 89,7.
Nilai pretest dan postest hanyalah penggambaran prestasi secara kuantitatif. Keberhasilan yang lebih besar dan tidak terukur melalui test tertulis adalah antusiasme para siswa, juga kelancaran dalam presentasi kelompok.
Kegiatan seperti ini memiliki dampak sangat positif dan diharapkan akan menjadi sarana menumbuhkan kecintaan dan kebanggan pada budaya Indonesia terutama terkait pemanfaatan tanaman sebagai bahan OT.
Hasil pelaksanaan pengabdian ini akan dikembangkan sebagai model pembelajaran bagi para siswa SD agar mengenal lebih dini tentang Obat Tradisional.
(yohanes dwiatmaka)




