USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

USD Memfasilitasi Diskusi Musyawarah Guru BK Se-Kota Yogyakarta

diupdate: 3 tahun yang lalu

Wakil Rektor IV USD bersama Narasumber dan MGBK Kota Yogyakarta (dok. Humas)

Kamis, 5 Oktober 2023, Universitas Sanata Dharma (USD) menjadi fasilitator dalam acara diskusi dan koordinasi Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (BK) se-kota Yogyakarta. Diskusi yang mengambil tema 'Adaptasi Layanan Bimbingan dan Koseling dalam Kurikulum Merdeka' ini diselenggarakan di R. Kadarman, Gedung Pusat Lt.4, Kampus II USD, Mrican. Kehadiran para guru BK se-kota Yogyakarta disambut hangat oleh Wakil Rektor IV USD, Caecilia Tutyandari, Ph.D.

Dalam sambutannya, Caecilia mengungkapkan bahwa USD sangat senang karena bisa mendapatkan kesempatan untuk menjadi fasilitator bagi acara diskusi dan koordinasi MBK se-kota Yogyakarta, terutama mengingat pentingnya peran seorang guru BK dalam mendampingi anak didik di masa kini. Beliau mengungkapkan bahwa semakin banyak kasus yang melibatkan anak-anak, seperti
perundungan, karenanya pendampingan yang diberikan oleh guru BK dari sekolah masing-masing sangat dibutuhkan.

“Saya merasa peran guru BK di sekolah menjadi sangat penting karena semakin maraknya permasalahan anak-anak dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi Guru BK karena kewajiban yang dimiliki tidak hanya mengajar di dalam kelas, tetapi juga mendampingi anak didik, dengan karakter yang sangat berbeda, dalam masa mencari identitas, jati diri, serta cita-cita. Karena itu, kami dari Universitas Sanata Dharma sangat senang karena bisa menjadi fasilitator bagi acara kali ini. Semoga acara ini membuahkan hasil yang bermanfaat bagi kita semua,” ungkapnya.

Kegiatan diskusi ini mengangkat tema ‘Adaptasi Layanan Bimbingan Konseling dalam Kurikulum Merdeka’ dengan tujuan untuk memperkaya wawasan bagi guru BK di kota Yogyakarta tentang cara untuk beradaptasi sebagai seorang pendidik dan pendamping bagi murid sebagai guru BK melalui Kurikulum Merdeka. 
Diskusi menghadirkan narasumber Dr. Maria Margaretha Sri Harstuti, M.Si., dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling USD.

Dalam paparannya, Ibu Retha menyampaikan bahwa selain mempelajari tentang ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam kurikulum merdeka, yang tidak kalah penting dalam memberi layanan BK adalah mengenali karakter para peserta didik.

Dr. Maria Margaretha Sri Hastuti, M.Si saat memfasilitasi diskusi MGBK Kota Yogyakarta (dok. Humas)

“Layanan bimbingan dan konseling menjadi sangat menentukan dalam mempersiapkan peserta didik dalam mengenali potensinya demi rancangan masa depan yang ingin diwujudkan oleh Kurikulum Merdeka. Namun kita harus ingat, bahwa kita sedang mendidik generasi Z yang mempunyai karakteristik yang khas sesuai zamannya. Oleh karena, mengenali karakter mereka menjadi sangat penting dalam rangka mempersiapkan masa depan dan menguatkan
profil mereka sebagai pelajar Pancasila,” tuturnya. .

Muhammad Abdul, selaku Wakil Ketua Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Kota Yogyakarta, mengungkapkan bahwa peran guru BK dalam pendampingan dan pengajaran anak didik, terutama dengan adanya Kurikulum Merdeka yang memberikan beberapa karakter dalam pengajaran yang perlu dikupas tuntas.

“Kita banyak belajar dan mengupas tuntas tema yang telah disediakan hari ini. Tentunya, melalui tema ini, kami berharap bahwa kita sebagai guru BK dapat lebih memahami tentang bagaimana cara untuk beradaptasi dengan Kurikulum Merdeka sehingga nanti kita dapat mengimplentasikan layanan pengajaran dan pendampingan kepada peserta didik secara maksimal,” ungkapnya.

(AFH/TPP/DKS – Humas USD)

  kembali