
Selasa-Rabu, 3-4 Oktober 2023, Program Studi Sastra Inggris beserta dengan Program Pascasarjana Kajian Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma (USD) menyelenggarakan Literary Studies Conference (LSC) ke-11. Konferensi internasional ini dilaksanakan secara hybrid, secara luring yang dilakukan di Kampus I dan Kampus II USD, serta secara daring melalui platform Zoom meeting. LSC USD ke-11 mengundang 6 narasumber dari berbagai institusi internasional untuk menyampaikan materi tentang keterkaitan antara sastra dengan geopolitik, ditilik dari dampak isu dan permasalahan global yang tidak mempengaruhi perubahan geopolitik, tetapi juga membawa dampak pada bahasa, sastra, dan budaya. Tidak hanya itu, konferensi ini dibuka untuk umum dan dihadiri oleh peserta dari berbagai negara, yaitu Indonesia, Filipina, Taiwan, Hongkong, Korea, Jepang, India, Rusia, Australia, dan Belanda.
Literary Studies Conference yang ke-11 mengangkat tema “Geopolitics and Literature: Reimagining The Past, Present, and Future” untuk membedah lebih dalam terkait perubahan-perubahan geopolitik karena isu dan tantangan global yang dihadapi oleh dunia, serta bagaimana dampak perubahan tersebut terhadap bahasa, sastra, serta budaya. Ketua Pelaksana LSC ke-11, Diksita Galuh Nirwinastu, menjelaskan bahwa melalui konferensi ini, peserta dapat memperdalam wawasan terkait geopolitik berserta perubahannya di setiap masa, serta keterkaitannya dengan bahasa dan sastra.

“Masalah dan isu global telah membawa perubahan pada geopolitik secara global juga. Tidak hanya itu, perubahan ini juga mempengaruhi bahasa, sastra, dan juga budaya secara global. Karenanya, LSC ke-11 menarik tema ini karena kami ingin meneliti dan memperdalam keterkaitan antara sastra dan geopolitik dengan melihat kembali apa yang sudah terjadi di masa lalu, masa sekarang, dan yang mungkin terjadi di masa depan.” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor USD, Albertus Bagus Laksana SJ, mengungkapkan bahwa ini merupakan salah satu bentuk kontribusi dari USD dalam mewujudkan kepedulian terhadap humanitas.
“Bahasa dan sastra memegang peran penting dalam kehidupan manusia, termasuk dalam transisi geopolitik. Melalui konferensi ini, kita bisa menggali dan berdiskusi bersama secara mendalam tentang bagaimana bahasa dan sastra yang terus berkembang seiring dengan transisi geopolitik dapat menjadi semakin krusial terhadap humanitas global, terutama di masa kini dan masa yang akan datang.” paparnya.


LSC ke-11 yang diselenggarakan oleh Prodi Sastra Inggris dan Program Pascasarjana Kajian Bahasa Inggris USD terbagi dalam enam sesi, diantaranya adalah dua sesi bersama dengan 6 narasumber undangan, yaitu Ian Buchanan, Ph.D. (Wollongong University, Australia), Dalan Mehuli Perangin-angin, Ph.D. (Sanata Dharma University), Koichiro Kokubun (The University of Tokyo, Japan), Woosung Kang (Seoul National University), Chun-Mei Chuang (Soochow University, Taiwan), Evgeny Blinov (University of Tyumen, Russia).
(Naskah: TPP, Foto: DKS - Humas USD)
(Naskah: TPP, Foto: DKS - Humas USD)




