
Bertolak dari hasil Uji Kompetensi Guru yang mengindikasikan perlunya memutakhirkan kemampuan pedagogi guru, pada 5-6 Juli 2023, Pusat Penelitian dan Pelayanan Pendidikan (P4) FKIP USD mendampingi Yayasan Bunda Hati Kudus (YBHK) dalam penyegaran dan pengayaan kompetensi pedagogi untuk guru TK, SD, SMP dan SMA di sekolah Tarsisius I Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat. Kegiatan ini diikuti oleh 256 peserta.
Pada kegiatan ini ada 10 dosen FKIP USD yang terlibat, yaitu adalah Andreas Erwin Prasetya, M.Pd., Andri Anugrahana, S.Pd., M.Pd., Eny Winarti, M.Hum., Ph.D., dan Dra. Ignatia Esti Sumarah, M.Hum. (PGSD); Christina Kristiyani, M.Pd., Ph.D. (PBI); Lucia Wiwid Wijayanti, M.Si. (Pend.Kimia); Yosep Dwi Kristanto, M.Pd. (P.Mat); Franciscus Xaverius Dapiyanta, SFK., M.Pd. (Pendikkat); Ignatius Bondan Suratno, S.Pd., M.Si. (Pendidikan Akuntansi); dan Yoel Kurniawan Raharjo, M.Pd. (Pendidikan Sejarah).
Kegiatan hari pertama diawali dengan penjelasan umum terkait dengan tuntutan kompetensi guru di abad 21. Setelah penjelasan umum, peserta kemudian diarahkan pada kelas-kelas sesuai dengan bidang yang diampunya.
“Khusus untuk SD, peserta dibagi menjadi tiga kelompok, berdasarkan fase kelas yang diampu. Kepala sekolah juga bergabung di kelas-kelas sesuai dengan latar belakang bidang studinya,” ungkap Eny Winarti, mewakili tim P4 USD.
Pada hari kedua, para peserta melakukan walking gallery di mana mereka memamerkan hasil perangkat pembelajaran yang berhasil mereka buat pada hari pertama. Peserta antusias mengikuti kegiatan tersebut. Antusiasme sangat nampak pada guru kelas TK dan SD. Para peserta menampilkan perangkat pembelajaran yang telah mereka buat lengkap dengan alat peraga yang dibutuhkan untuk mengajar.
“Peserta mengusulkan supaya kegiatan semacam ini dilakukan secara rutin dalam rentang waktu yang lebih lama agar ilmu yang sudah mereka pelajari selalu termutakhirkan. Dari hasil kegiatan ini, beberapa kelas berinisiatif untuk membuat grup WhatsApp dengan harapan mereka bisa berbagi ilmu dari berbagai sekolah dalam satu Yayasan,” pungkas Eny.
(EW)




