
Yogyakarta, (19/6). Bekerja sama dengan dua industri kopi komunitas, yakni Kopi SOEKOER, dan CV Aroma Sari Bumi, Prodi Pendidikan Biologi USD menyelenggarakan perkuliahan kolaborasi yang menitikberatkan pada aspek bioproses pengolahan dan budidaya kopi. Perkuliahan yang diikuti oleh 26 mahasiswa dari 10 program studi ini juga membahas industri pengolahan kopi dari hulu hingga hilir dengan mangambil fokus lokasi kebun kopi Merapi Dukun Magelang.
Pada tahap awal, mahasiswa terlibat dalam petik bersama petani kopi di kebun kopi milik Mas Slamet Dukun Merapi (18 Mei 2023), untuk memahami proses tumbuh kembang dan pengaruh lingkungan terhadap kualitas biji kopi yang dihasilkan. Kemudian, mereka melakukan eksperimen di laboratorium Biologi Kampus III Paingan. Pemrosesan buah kopi (cherry) menjadi greenbean dilakukan dengan menggunakan agen biologi, seperti Saccharomyces cereviceae, Aspergillus oryzae, Aspergillus wentii, dan Lactobacillus bulgaricus.

Setelah tiga minggu menjalankan eksperimen, mahasiswa dan dosen melaksanakan sesi evaluasi bioproses yang telah mereka lakukan. Delapan varian greenbean kopi arabica Merapi dinyatakan layak untuk diproses sangria dan digunakan sebagai sampel cuping tes bersama para barista profesional.
Untuk merayakan keberhasilan perkuliahan yang luar biasa ini, seduh bersama diadakan di kampus III Paingan Laboratorium Biologi USD. Sebanyak 14 barista profesional turut ambil bagian dalam acara tersebut, yang juga dihadiri oleh importir kopi dari Prancis yang secara antusias juga terlibat dalam proses petik biji kopi sebelumnya. Hasil yang diperoleh menggembirakan, dengan munculnya citarasa kopi yang unik dan kompleks. Laporan eksperimen ini kemudian dijadikan sebagai tagihan ujian akhir semester bagi mahasiswa.
Para barista memperlihatkan keahlian mereka dalam menyeduh kopi dengan presisi dan ars celebrandi-nya, bersama para mahasiswa dan dosen. Rasa kopi yang dihasilkan dari eksperimen bioproses ini mengundang decak kagum dan apresiasi yang baik dari semua pihak yang hadir.

Dalam penutupan perkuliahan, dosen pembimbing, Kristio Budiasmoro, M.Si., mengungkapkan kebanggaannya terhadap para mahasiswa atas hasil perkuliahan kolaboratif ini.
"Melihat semangat dan dedikasi mahasiswa dalam mempelajari bioproses kopi, serta dukungan yang diberikan oleh industri kopi seperti Kopi SOEKOER, CV Aroma Sari Bumi dan komunitas barista, saya yakin akan muncul generasi baru pembudidaya, prosesor, dan barista kopi yang terampil dan berpengetahuan luas tentang seluruh mata rantai produksi kopi Indonesia."
Perkuliahan ini membuktikan bahwa semangat kolaborasi dapat menghasilkan pendidikan yang lebih relevan dengan dunia kerja. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teori, tetapi juga pengalaman praktis yang berharga untuk menghadapi tantangan di industri kopi yang terus berkembang.


Kristiyo menambahkan perkuliahan ini akan diselenggarakan setiap semester untuk dapat mengeksplorasi kopi Arabica di semester genap dan kopi Robusta di semester gasal.
“Saya berharap mahasiswa dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh dalam proyek-proyek dan pekerjaan di masa depan. Semoga kerja sama seperti ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi dunia pendidikan dan industri kopi di Indonesia,” pungkasnya.
(KB)




