
Program Pascasarjana Kajian Bahasa Inggris kembali menyelenggarakan acara dengan sukses. Senin lalu (6/5) telah diadakan Graduate Student Conference (GSC) tahunan yang ke-12. Setelah pandemi berlalu, konferensi dapat dilakukan dengan sistem hybrid di mana presenter dan peserta dapat memilih untuk hadir secara online atau offline.
Tema GSC tahun ini adalah “Practicing Digital Literacy for Future Education” yang terinspirasi dari kepedulian cepatnya perkembangan teknologi robotik atau AI. Dua dosen kredibel diundang untuk mengelaborasi konsep ini, yaitu Dr.Sn. Yusup Sigit Martyastiadi, S.T., M.Inf.Tech. dari Universitas Multimedia Nusantara sebagai pembicara pertama, disusul oleh FX. Risang Baskara M.Hum, Ph.D. dari Universitas Sanata Dharma sebagai pembicara kedua.

Dalam sesi pertama, Dr.Sn. Yusup Sigit Martyastiadi, S.T., M.Inf.Tech membahas bagaimana teknologi awalnya digunakan sebagai alat, namun kemudian berkembang hingga mampu meniru panca indera manusia. Ia juga menyatakan bahwa penggunaan AI sering menyebabkan hilangnya makna pembelajaran, menimbulkan kekhawatiran tentang keaslian, dan menegaskan bahwa kita sebagai manusia harus melatih pemikiran kritis kita untuk menghadapi teknologi berbasis AI.
FX. Risang Baskara M.Hum, Ph.D., pembicara dalam sesi kedua, menambahkan bahwa AI sebaiknya hanya digunakan untuk melengkapi, bukan menggantikan kegiatan belajar mengajar kita. Melibatkan pemangku kepentingan terkait seperti mahasiswa, fakultas, administrator, dan pembuat kebijakan, beliau menekankan perlunya mempromosikan kesadaran etis dalam pendidikan AI.
Moderator sesi pleno, Widiana Martiningsih, mengakhiri diskusi dengan menyatakan bahwa keterampilan berpikir kritis harus dipupuk baik oleh pendidik maupun peserta didik, dan kebijakan khusus mungkin saja diperlukan. Selain itu, untuk membedakan karya manusia dari konten yang dihasilkan AI, pendidik harus memahami pengoperasian, batasan, dan implikasi penggunaan AI. Pada sesi paralel, 15 makalah dengan sepuluh subtema dipresentasikan kepada 15 peserta baik dari Universitas Sanata Dharma dan perguruan tinggi lainnya.
(LIA-KBI)




