
Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma terus berupaya dalam meningkatkan keunggulannya. Upaya terbaru yang dilakukan adalah perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual dari berbagai karya yang dihasilkan dalam berbagai kegiatan tridharma (pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat). Beberapa karya civitas academica Farmasi dalam bentuk artikel ilmiah, modul pembelajaran, buku ajar, buku referensi, video edukasi dan sebagainya memiliki hak untuk memperoleh perlindungan secara hukum atas kekayaan intelektual. Oleh karenanya, Pusat Informasi dan Penelitian Obat Fakultas Farmasi USD menyelenggarakan Lokakarya Pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) pada Selasa, 16 Mei 2023 di Ruang Common Room Farmasi, Kampus III USD.
Hadir sebagai narasumber dalam lokakarya ini Dr. Ir. Ridowati Gunawan, S.Kom., M.T., selaku kepala Sentra HKI USD. Materi-materi yang disampaikan oleh narasumber berfokus pada pentingnya mengajukan HKI bagi karya-karya dosen/mahasiswa, jenis-jenis HKI dan paten, serta proses pengajuannya. Pada kesempatan ini pula, Kepala Sentra HKI juga memaparkan tugas dan peran Sentra HKI dalam proses pengajuan HKI tersebut.
Sebanyak 25 peserta (Dosen FF USD) yang hadir menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kegiatan ini. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan dan tanggapan dari peserta. Diskusi menarik muncul khususnya berkaitan dengan topik yang selalu aktual yaitu Pengakuan Angka Kredit (PAK) dari hasil Hak Kekayaan Intelektual.
“Semua karya dapat diajukan HKI-nya dan bisa memperoleh sertifikat HKI, namun para dosen juga harus memahami bahwa tidak semua karya dengan HKI dapat diajukan dalam PAK,” ungkap Dr. Ir. Ridowati Gunawan.


Kegiatan ini juga menjadi kesempatan dialog bersama antara FF USD dengan Sentra HKI. Berbagai gagasan dan harapan muncul dari kegiatan lokakarya ini.
“Semoga melalui kegiatan ini Sentra HKI USD dapat memberikan fasilitas dalam proses pengajuan paten, khususnya dalam penyediaan konsultan paten,” ungkap Dr. apt. Sri Hartati Yuliani, salah seorang dosen Farmasi.
Senada dengan hal itu, Dekan Fakultas Farmasi USD, Dr. apt. Dewi Setyaningsih, berharap peningkatan jumlah HKI di Fakultas Farmasi juga diimbangi dengan peningkatan kualitas karya.
“Meskipun saat ini secara kuantitas jumlah HKI di Fakultas Farmasi USD telah mencapai target yang ditetapkan, namun kualitas dari karya-karya yang dihasilkan juga harus ditingkatkan sehingga dapat dimanfaatkan secara luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
(DCAP/Farmasi)




