USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Tim P3Kwu LPPM USD Berikan Diklat Pembuatan Biogas

diupdate: 16 tahun yang lalu


Pada tanggal 13-14 Juni 2011, Tim P3Kwu LPPM USD mengadakan pendidikan dan pelatihan tentang kewirausahaan, koperasi, administrasi keuangan sederhana dan pemasaran. Kegiatan tersebut berlanjut tanggal 15 Juni 2011 dengan agenda pendidikan dan pelatihan Pembuatan Biogas. Untuk kegiatan diklat Pembuatan Biogas ini, Tim P3Kwu LPPM USD masih bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Srandakan Bantul dan Kantor Disbudpar Kabupaten Bantul.
Diklat Pembuatan Biogas tersebut difasilitarori oleh Budi Sugiharto, S.T., M.T. dan R.B. Dwiseno Wihadi, S.T., M.Si. dosen Teknik Mesin USD yang menjadi bagian dari Tim P3Kwu LPPM USD. Pada sesi pertama diberikan penjelasan mengenai biogas atau Digester yaitu teknologi tepat guna yang memanfaatkan kotoran hewan atau manusia sebagai sumber penghasil gas metane (biogas) dan pupuk organik. Dijelaskan pula bahwa menggunakan biogas memiliki banyak keuntungan karena biogas memisahkan kotoran hewan atau manusia dari udara, maka lingkungan menjadi tidak berbau dan lebih sehat, serta mengurangi polusi lalat. Secara ekonomi terjadi penghematan pengeluaran keluarga karena gas metane yang dihasilkan dapat menggantikan gas LPG dan bisa menjadi sumber listrik. Lumpur keluaran digester atau biogas tetap merupakan pupuk organik yang baik bagi tanaman. Pada diklat ini dijelaskan tipe pembuatan biogas yang murah dan mudah pembuatannya, yaitu biogas dari plastik tubular. Pada sesi tanya jawab diperoleh informasi bahwa tipe biogas dari plastik tubular lebih murah dari tipe biogas lainya, dengan modal Rp 300.000,- tipe biogas dari plastik tubular sudah siap pakai, dan modal ini akan kembali dalam waktu 3 bulan karena rata-rata warga Poncosari bisa menghabiskan gas LPG tabung 3kg dalam waktu 5 hari saja padahal harga perkilonya Rp 17.000,-
Selanjutnya pada tanggal 23 Juni 2011 dilaksanakan praktek pembuatan biogas dari plastik tubular tersebut. Kegiatan yang sangat antusias diikuti oleh warga desa Poncosari Kecamatan Srandakan dimulai dengan membuat gelembung plastik yang dipompa menggunakan diesel yang nantinya akan digunakan sebagai tempat menyimpan kotoran sapi agar menjadi biogas, lubang tempat penampungan gelembung plastik tubular telah siap sehingga warga tinggal bergotong-royong untuk membawa plastik tubular sepanjang 7 meter dan meletakkannya secara hati-hati agar plastik tidak bocor ke dalam lubang penampungan. Dan kegiatan yang menantang pun akhirnya dilakukan bersama dengan penuh canda tawa yaitu mengaduk kotoran sapi atau menyaring kotoran sapi dengan tangan untuk menyaring dari jerami sebelum dimasukan dalam plastik tubular yang sudah di pompa. Setelah semua selesai, sebelum biogas bisa disalurkan ke kompor maka tim dari Universitas Sanata Dharma  bersama warga desa Poncosari Kecamatan Srandakan harus menunggu selama 2 minggu untuk terciptanya biogas dari kotoran sapi yang sudah dimasukan ke dalam plastik tubular yang tertutup rapat dan nantinya setelah 2 minggu berlalu maka tim dari Universitas Sanata Dharma akan datang untuk memberikan praktek penyaluran biogas ke kompor warga agar bisa dugunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Dengan berakhirnya diklat Pembuatan Biogas ini, berakhir pula rangkaian pendidikan dan pelatihan di kawasan objek wisata Pantai Baru, Pedukuhan Ngentak, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul, DIY yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan dan Pelatihan Kewirausahaan (P3Kwu) LPPM Universitas Sanata Dharma yang dikepalai oleh Drs. Alex Kahu Lantum, M.S. Kegiatan ini telah sukses dilaksanakan dan semoga semua bermanfaat, serta dapat menyejahterakan warga Ngentak, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul, DIY. (Agz)
 

  kembali