Jumat-Sabtu, 28-29 April 2023, tim Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) USD menjalani pembekalan dan pelatihan khusus di Kampoeng Media Resort, Sinduharjo, Sleman. Selama dua hari, para anggota Satgas didampingi oleh Dr. Titik Kristiyani, M.Psi, Wakil Rektor III sekaligus penanggung jawab Satgas PPKS; Pater Ernest Justin, S.J., S.Psi., M.Hum. (Dosen Fak. Psikologi USD); serta Rektor USD, Pater Albertus Bagus Laksana, S.J., S.S, Ph.D.
Pelatihan bagi Satgas PPKS ini mengangkat tema “Safe Self, Safe Community, Safe Ministry: Bertumbuh dalam Diri, Berkreasi dalam Komunitas, Peduli dalam Layanan”. Pelatihan ini dilaksanakan untuk memberikan pembekalan bagi anggota Satgas PPKS untuk lebih memahami tentang relasi yang sehat dan aman, mengenal diri (self) dan bagaimana mengupayakan diri yang aman (safe self), memahami cara menjaga komunitas yang aman (safe community), serta mengupayakan pelayanan yang aman (safe ministry). Ketiga hal utama tersebut diharapkan menjadi bekal untuk menjalankan tugas sebagai Satgas PPKS USD.
“Selama dua hari ini, kita akan berproses bersama-sama untuk lebih mengenal dan memperdalam tentang diri kita beserta nilai-nilai hidup yang menjadi pegangan kita selama ini, serta berusaha melihat bagaimana komunitas dan layanan yang aman dari sudut pandang kita.” papar Dr. Titik Kristiyani, M.Psi saat membuka pelatihan. Pelatihan dua hari ini dibuka dengan serangkaian aktivitas ringan yang bertujuan saling mengakrabkan satu sama lain.

Pada hari pertama, pelatihan menekankan pada dua hal, yaitu kemampuan mengidentifikasi karakteristik relasi yang sehat dan yang tidak sehat, serta kemampuan mengenali diri sendiri melalui pengalaman yang mendekatkan pada Tuhan (konsolasi) dan pengalaman-pengalaman yang menjauhkan dari Tuhan (desolasi). Dr. Titik juga memberikan penegasan bahwa sebagai manusia, kita perlu memiliki kemampuan mengenali seberapa sehat dan aman relasi-relasi kita selama ini.
“Dalam relasi yang sehat, kita bisa mengekspresikan diri dan perasaan kita dengan merdeka, tanpa kehilangan jati diri.” ungkapnya.
“Dalam relasi yang sehat, kita bisa mengekspresikan diri dan perasaan kita dengan merdeka, tanpa kehilangan jati diri.” ungkapnya.
Pada hari kedua, para anggota satgas diajak untuk memahami tentang batasan yang dimiliki oleh setiap individu. Kegiatan dimulai dengan dinamika kelompok yang bertujuan mengenali batasan-batasan diri (boundaries). Pater Ernest Justin SJ mengungkapkan bahwa batas merupakan ruang yang ada di sekeliling kita, baik secara fisik dan emosional, yang pasti dimiliki oleh setiap individu.
“Batas tidaklah kaku seperti tembok. Batas memungkinkan kita untuk menyerap hal baik dari sekitar, serta mengeluarkan hal buruk dari dalam diri.” ungkapnya.
“Batas tidaklah kaku seperti tembok. Batas memungkinkan kita untuk menyerap hal baik dari sekitar, serta mengeluarkan hal buruk dari dalam diri.” ungkapnya.
Selain itu, pada hari kedua para anggota satgas PPKS juga diajak untuk memahami peran mereka sebagai penyedia layanan yang bisa memberikan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh civitas di USD. Pater Albertus Bagus Laksana SJ memaparkan bahwa akan ada banyak tantangan yang dihadapi oleh Satgas PPKS sebagai penyedia layanan, tetapi setiap tantangan tersebut harus dihadapi demi terlaksananya lingkungan yang aman dan nyaman.

“Kita sebagai leader dan penyedia layanan harus proaktif menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi seluruh civitas akademika USD, baik tenaga kependidikan, dosen, dan mahasiswa.” paparnya.
“Kita sebagai leader dan penyedia layanan harus proaktif menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi seluruh civitas akademika USD, baik tenaga kependidikan, dosen, dan mahasiswa.” paparnya.
Salah satu peserta, yaitu Yemima Septi Nugraheni, mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat berguna bagi Satgas PPKS karena bisa membantu mereka mendapatkan pemahaman dan ilmu tentang diri serta relasi yang sehat dan aman. Nantinya, seluruh ilmu ini dapat mereka bawa dan terapkan di kampus.
“Kami sebagai Satgas PPKS akan membawa hasil yang telah kami pelajari selama pelatihan ini agar bisa menjadi pondasi yang kuat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman di USD.” tutupnya.
“Kami sebagai Satgas PPKS akan membawa hasil yang telah kami pelajari selama pelatihan ini agar bisa menjadi pondasi yang kuat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman di USD.” tutupnya.
(TPP-DKS-KSM / Humas USD)




