Terkait dengan peningkatan kualitas ketrampilan dan kepribadian lulusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang merupakan program kerjasama antara Mobil Cepu Ltd. (MCL) dengan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta (USD), beberapa perlengkapan praktek siswa telah dilengkapi, gedung unit produksi dibangun dan telah pula dilakukan pelatihan-pelatihan bagi guru dan karyawan SMK St. Yosef Cepu.
Program kerjasama antara MCL dan USD ini mengambil tema "Penguatan Kelembagaan SMK St. Yosef, Cepu Melalui Pengembangan Model Pembelajaran dan Peningkatan Kompetensi Teknik dan Manajemen". Program ini merupakan salah satu program pengembangan masyarakat MCL yang akan berjalan selama 3 tahun dimulai pada Januari 2009 dan akan berakhir pada Desember 2011.
Keseluruhan program selama tiga tahun telah dibagi menjadi tujuh periode. Saat ini program sudah masuk tahun ketiga dan merupakan program periode enam, yang telah dilaksanakan mulai Januari 2011 dan berakhir pada Juni 2011. Program-program tahun ketiga banyak difokuskan pada program-program pendampingan dengan tujuan menjamin efektifitas dan keberlanjutan program secara keseluruhan. Secara garis besar, program kerjasama periode enam ini terdiri dari empat kegiatan yaitu:
Kegiatan pertama adalah Pembelian Mesin Presensi untuk pembentukan karakter dan peningkatan kedisiplinan dari seluruh elemen SMK St. Yosef Cepu, pembelian AC Split untuk bengkel mekatronika untuk melindungi peralatan elektronik yang ditempatkan di dalam bengkel mekatronika yang rentan terhadap kotoran berupa debu dan kelembaban, setting dan instalasi mesin frais dan bubut konvensional untuk memaksimalkan umur pakai mesin.
Kegiatan kedua adalah pemberian bantuan studi (durasi 3 tahun) kepada siswa siswi yang secara akademik berpotensi, tetapi memiliki kendala finansial untuk meneruskan pendidikan. Siswa-siswi yang memperoleh bantuan tersebut berasal dari wilayah kerja MCL di sekitar Bojonegoro dan Cepu. Program beasiswa sudah berjalan sejak bulan Juli 2009 dan akan berakhir pada bulan Juni 2012. Beban hidup yang berat dan rumah yang jauh dari lokasi sekolah bagi sebagian besar siswa-siswi penerima beasiswa ternyata tidak mempengaruhi semangat mereka untuk tetap melanjutkan studi. Akan tetapi ada pula beberapa siswa-siswi yang di tengah jalan terpaksa putus sekolah karena mereka harus bekerja untuk membantu orang tua.
Kegiatan ketiga adalah Pelatihan Manajemen Sekolah untuk guru dan karyawan SMK St Yosef Cepu. Pelatihan Manajemen Sekolah dibagi menjadi dua tahapan: tahap pertama adalah Deep Interview ke Yayasan dan Guru/Karyawan SMK Yosef Cepu untuk Desain Pelatihan Manajemen Sekolah yang sesuai dengan kondisi sekolah terakhir, telah dilaksanakan pada tanggal 3 - 4 Februari 2011. Tahap kedua adalah pelatihan manajemen sekolah dan telah dilaksanakan pada tanggal 11-13 Maret 2011. Pengelolaan keuangan sekolah yang baik (transparan, akuntabel) dan juga nantinya pengelolaan keuangan unit usaha yang akan dibentuk menjadi pilar utama keberlanjutan organisasi sekolah. Bagaimana arah dasar kebijakan keuangan, bagaimana pengalaman pengelolaan keuangan yang baik, bagaimana manajemen keuangan strategik, bagaimana kesesuaian dengan standar pembiayaan, standar sarana, standar pengelolaan dalam rangka akreditasi sekolah, semua itu telah dibahas dalam pelatihan ini. Pada akhirnya pelatihan akan bermuara pada desain manajemen sekolah, yaitu bagaimana mengelola sebuah SMK yang berbasis pada unit usaha untuk menjamin kemandirian dan kesejahteraan civitas akademika.
Kegiatan keempat adalah Pelatihan I-CELL di PT ATMI BizDEC. I-CELL bertujuan menciptakan masyarakat industri yang adil dan sejahtera dengan menghasilkan tenaga-tenaga profesional yang bermartabat berbasis competency, conscience, dan compassion. Artinya setiap lulusan I-CELL adalah orang yang terampil dalam bidangnya memiliki sikap moral serta kepedulian sosial yang tinggi. Program training I-CELL kerjasama USD-MCL untuk pengembangan SMK Santo Yosef Cepu yang difasilitasi oleh PT ATMI BIzDEC ini didesain untuk menyiapkan unit bisnis yang berupa Unit Produksi alat-alat mekanik dan unit Pelatihan. Pelatihan ini diikuti enam orang guru SMK St Yosef, dengan perincian dua orang yang akan terlibat dalam unit produksi, dua orang yang terlibat dalam unit pelatihan, satu orang di administrasi dan satu orang di pemasaran. Pelatihan dibagi menjadi 11 tahap yaitu: (Tahap 1) dengan pokok bahasan Konsep Pelatihan dan Team Building, (Tahap 2) dengan pokok bahasan Studi Kelayakan Bisnis/SKB, (Tahap 3 - 5) dengan pokok bahasan Bisnis Plan, (Tahap 6-7) dengan pokok bahasan Prototype produk I/Unit pelatihan, (Tahap 8 - 10 dengan pokok bahasan Prototype produk 2/(Unit produksi alat-alat mekanik, (Tahap 11) dengan pokok bahasan Evaluasi Pelatihan.
Peralatan praktek yang lebih lengkap, kompetensi guru yang semakin meningkat dan sistem manajemen sekolah yang semakin baik telah membawa hasil nyata bagi perkembangan dan keberlanjutan SMK St Yosef Cepu. Hasil nyata tersebut antara lain: Jumlah jam praktek siswa yang telah dapat ditingkatkan dari 20% menjadi 47% dari keseluruhan jam pelajaran. Meningkatnya minat lulusan SMP/yang sederajat untuk melanjutkan studi di SMK St. Yosef, jika sebelum program berjalan siswa baru di SMK St Yosef adalah 59 siswa (rata-rata tahun 2006 - 2008), setelah program berjalan adalah 119 siswa (rata-rata tahun 2009 - 2011). Meningkatnya tingkat kelulusan di SMK St Yosef sejak program ini berjalan, jika sebelum program berjalan tingkat kelulusannya adalah 75% (Tahun 2008/2009) , pada tahun ajaran 2009/2010 dan 2010/2011 ini tingkat kelulusannya 100%.
Keseluruhan program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kemampuan manajemen SMK St. Yosef Cepu yang akan menjamin keberlanjutan sekolah. Masyarakat di Cepu dan sekitarnya, khususnya siswa di SMK St. Yosef, telah mendapatkan pendidikan kejuruan yang lebih berkualitas. Dampak program ini diharapkan juga akan memunculkan sebuah budaya unggul di tengah masyarakat terutama masyarakat yang berada di sekitar daerah operasi MCL. (EA)




