
Sabtu, 28 Januari 2023, dilangsungkan penandatangan kerjasama antara Universitas Sanata Dharma dengan BOKU University, Vienna, Austria. Prof. Enade Istyastono, M.Sc. Ph.D., Guru Besar Farmasi USD, mengawali kerja sama ini dengan hadir sebagai Guest Professor di BOKU University.
Lingkup kerjasama antara BOKU University dengan Universitas Sanata Dharma meliputi kolaborasi dalam disiplin ilmu terkait dan pertukaran staf pengajar. Kerjasama yang dijalin juga mencakup kolaborasi program pengajaran, partisipasi dalam seminar, kolokium, dan program pendidikan serupa, pembimbingan bersama mahasiswa pascasarjana dan konsultasi kerja bersama. BOKU University juga memberikan support dana berupa stipendium, akomodasi, dan perjalanan pulang-pergi, serta biaya hidup bagi dosen USD selama mengajar di BOKU.
Kerjasama dengan BOKU University ini tentu menumbuhkan harapan besar bagi Fakultas Farmasi USD. Dekan Fakultas Farmasi, Dr. apt. Dewi Setyaningsih, berharap kerjasama dengan BOKU University semakin mendorong kemajuan Fakultas Farmasi dan Universitas Sanata Dharma.
“Saya berterima kasih dan saya percaya, para dosen sudah mempunyai networking-nya masing-masing. Dari networking itu diharapkan memberi dukungan untuk membentuk profil lulusan. Saya berharap networking yang dijalin ini secara efisien mampu mencapai misi-misi Fakultas Farmasi dan Sanata Dharma sebagai Perguruan Tinggi Jesuit yang semakin memuliakan karya Allah melalui pendidikan.” ungkapnya.

Prof. Enade mengajar mata kuliah Computer-aided Drug Design and Discovery of Bioactive Natural Products selama 10 hari mulai 16-26 Januari 2023. Mata kuliah tersebut memiliki beban 2 ECTS (European Credit Transfer System, 1 ECTS setara 25-36 jam pembelajaran - red). Selama mengajar di BOKU University, Prof Enade didampingi oleh Prof. Dr. Chris Oostenbrink, Head of Material Sciences and Process Engineering Department.
Menurut Prof. Enade, Prof Chris maupun para mahasiswa di sana sangat tertarik dengan metode pembelajaran yang dipakainya. Prof. Enade menggunakan model Percakapan Tiga Putaran, yang terinspirasi pada metode refleksi yang biasa dijalankan dalam karya lembaga-lembaga Serikat Yesus.
“Saya mengenal metode ini dari Romo Sunu (Pater Petrus Sunu Hardiyanta, SJ - red). Saya menggunakan metode percakapan tiga putaran dan ternyata tingkat curiosity dan etos kerja mereka itu tinggi, dan itu bagus,” ungkapnya

Melalui model tersebut, kuliah Prof Enade dikelola dengan tahapan-tahapan persiapan, perumusan ide-ide dan gagasan, serta refleksi.
“Putaran pertama adalah penyampaian ide-ide serta gagasan. Hal ini merupakan tahap reflektif tentang apa yang menggerakan kita untuk bertindak. Putaran kedua adalah apresiasi tentang apa yang orang lain sampaikan. Putaran ketiga merupakan refleksi bersama berupa diskusi terpimpin menajamkan hal-hal yang menjadi sorotan pada putaran kedua,” terangnya.
Prof. Enade juga menyampaikan bahwa di BOKU University, mahasiswa yang diajar selalu memaksimalkan waktu yang diberikan untuk mereka berbicara dan menyampaikan pendapat serta gagasan.
“Malah kadang saya yang harus stop waktunya itu” guraunya.
(SPP-Humas USD)




