USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Lokakarya Tesis Magister Kajian Budaya Bantu Proses Penelitian dan Penulisan Tesis Mahasiswa

diupdate: 4 tahun yang lalu

Lokakarya Tesis Magister Kajian Budaya / dok. MKB

Magister Kajian Budaya USD (MKB-USD) menyelenggarakan lokakarya tesis untuk mahasiswa semester 3 pada tanggal 2-4 Februari 2023 di Rumah Retret Abdi Kristus Gedanganak, Ungaran. Kegiatan Lokakarya diselenggarakan dalam rangka mendukung proses penelitian dan penulisan tesis mahasiswa, agar menghasilkan tesis yang berkualitas dan selesai tepat waktu. Kegiatan ini diikuti oleh 13 orang mahasiswa angkatan 2021 dan didampingi oleh tiga orang dosen, yaitu Dr. Y. Tri Subagya, Dr. Katrin Bandel, dan Dr. Yustina Devi Ardhiani.

Menurut salah seorang dosen pendamping, Dr. Yustina Devi Ardiani, kegiatan lokakarya tesis diselenggarakan secara rutin sejak tahun 2012 dan merupakan kegiatan retreat di luar kampus untuk ‘mengisolasi’ mahasiswa bersama dosen pembimbing selama tiga hari.

“Lokakarya tesis ini dilatarbelakangi oleh evaluasi yang memperlihatkan bahwa proses penulisan tesis cenderung lama, sehingga banyak mahasiswa yang menyelesaikan studi tidak tepat waktu. Persoalan yang sering muncul, mahasiswa kesulitan untuk fokus mengerjakan tesis karena ada kegiatan/tanggungjawab lain dalam keseharian mereka,” ungkapnya.

Devi menambahkan bahwa lokakarya ini adalah kegiatan ekstrakurikuler wajib yang tidak berbobot kredit (SKS). Meskipun tidak ada bobot kredit, kegiatan lokakarya tesis terbukti banyak memberi manfaat bagi kelancaran penulisan tesis mahasiswa. Karena itu, sampai saat ini penyelenggaraan lokakarya tesis tetap diagendakan secara rutin.

“Syarat menjadi peserta lokakarya adalah mahasiswa yang sudah lulus ujian proposal tesis dan sudah mulai melakukan penelitian. Ujian proposal tesis diagendakan di akhir semester dua, jadi peserta utama yang mengikuti lokakarya adalah mahasiswa semester tiga. Jika ada yang terpaksa tidak bisa mengikuti lokakarya di semester tiga, maka akan diikutkan di lokakarya tahun berikutnya, yaitu pada semester lima, jika mahasiswa tersebut belum lulus,” jelasnya.
 
Lokakarya Tesis Magister Kajian Budaya / dok. MKB

Sama seperti penyelenggaran pada tahun-tahun sebelumnya, proses lokakarya tesis di Rumah Retret Abdi Kristus pada 2-4 Februari lalu, juga berlangsung selama tiga hari. Hari pertama dimulai dengan sharing singkat kesulitan dan potensi mahasiswa terkait penelitian/penulisan tesis masing-masing. Dari hasil sharing tersebut, dosen pendamping mempunyaiu gambaran situasi dan dukungan yang dibutuhkan oleh mahasiswa.

“Proses selanjutnya hingga di akhir hari kedua, setiap mahasiswa diberi kesempatan mempresentasikan perkembangan penelitian/penulisan tesis mereka, dan didiskusikan bersama-sama. Dosen pendamping memberikan masukan terkait substansi penelitian hingga hal-hal teknis penulisan dan penelitian lapangan”, jelas Devi.

Pada hari ketiga, mahasiswa dan dosen pendamping duduk bersama di ruang pertemuan, tiap mahasiswa fokus memperbaiki tulisan masing-masing berdasarkan masukan yang sudah diterima. Jika ada hal-hal yang kurang jelas terkait masukan yang diterima, bisa langsung mendiskusikannya dengan dosen pendamping. Di akhir proses, dosen pendamping kembali membuka forum sharing singkat, hal apa saja yang diperoleh mahasiswa dari lokakarya.

Melalui kegiatan ini para peserta diajak untuk lebih memahami substansi dan arah penelitian masing-masing, dan menyadari sejumlah hal yang masih harus diperbaiki. Setelah mengikuti lokakarya, mahasiswa diharapkan semakin siap melanjutkan proses penelitian dan penulisan tesis sehingga bisa melahirkan tesis yang berkualitas dan menyelesaikan studi tepat waktu.

“Lokakarya ini diselenggarakan untuk menyediakan ruang bagi mahasiswa bertemu kembali dengan teman-teman angkatan yang mengerjakan tesis, dan secara khusus bersama-sama memikirkan kembali proses yang sedang mereka lakukan. Para mahasiswa mengatakan bahwa mereka senang berada di rumah retret bersama teman-teman satu angkatan yang juga sedang menyelesaikan tesis, sehingga mereka tidak lagi merasa sendiri sebagai pejuang tesis”, tutup Devi.


(YDA/AFH-Humas)       


 
 

  kembali