"Tutup semua Jurnal kampus jika USD ingin menjadi World Class University," demikian antara lain diungkapkan Yanuar Nugroho, PhD -fasilitator tunggal dalam acara Seminar dan Workshop Penulisan Paper untuk Publikasi Internasional. "Mengapa demikian? Menulis di jurnal kampus sendiri sama dengan bunuh diri karena tulisan itu tidak bisa lagi dipublikasikan dalam jurnal internasional," lanjut dosen dari University of Manchester, UK itu.
Acara Seminar dan Workshop itu berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 20 - 24 Juni 2011. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Teknologi Informasi (PKTI) USD itu ditujukan bagi para dosen USD tanpa dipungut biaya. "Kegiatan ini sebenarnya merupakan tindak lanjut dari dua kegiatan sebelumnya, yakni Towards a Research Centre par Excellence: A Sharing (15 Juli 2010) dan Writing for an International Journal (26 Oktober 2010) dengan pembicara Yanuar Nugroho, PhD," demikian disampaikan Ketua Pusat Kajian Teknologi Informasi (PKTI), Agnes Maria Polina, S.Kom., M.Sc.
Format acara yang berlangsung di Ruang Driyarkara, Gedung Pusat Kampus USD Mrican itu dibagi dalam dua kegiatan, yaitu kelas umum (seminar) dan kelas khusus (workshop). Kelas besar diikuti sekitar 25 orang dan kelas kecil diikuti 9 orang. "Kelas khusus ditujukan kepada peserta terbatas yang sudah terdaftar dan memenuhi syarat. Syaratnya antara lain sudah memiliki sebuah draft paper dalam bahasa Inggris," kata Agnes Maria Polina, S.Kom., M.Sc sambil menambahkan bahwa rendahnya minat para dosen mengikuti kegiatan ini karena bersamaan dengan UAS dan kegiatan-kegiatan lainnya.
Working Paper Series
"Sebagai ganti jurnal-jurnal program studi, sebaiknya diterbitkan Working Paper Series secara rutin. Tulisan yang dipublikasikan dalam Working Paper Series masih dapat dikirimkan ke jurnal-jurnal internasional. Untuk diketahui, Working Paper Series memiliki ISSN dan mungkin diakui pula kredit poinnya oleh Dikti," papar Yanuar sambil menambahkan bahwa PTS di Indonesia yang memiliki jumlah publikasi pada jurnal internasional terbanyak adalah Universitas Trisakti, yaitu sekitar 90 judul setiap tahun.
Yanuar menjelaskan bahwa dalam dunia akademis, penulisan ilmiah pada jurnal internasional akan mendapat nilai dan pengakuan akademis yang paling tinggi. Urutan kedua adalah penulisan Chapter (bagian buku) dan conference proceeding. Ranking berikutnya, yang agak lebih rendah adalah penulisan working paper dan monograf, termasuk buku. "Oleh karena itu, seorang scholar akan berusaha sedapat mungkin menerbitkan tulisannya pada jurnal internasional. Lebih-lebih di jurnal bintang empat," tegas Yanuar.
Yanuar Nugroho sendiri menerbitkan karya-karya ilmiahnya di berbagai jurnal internasional terkemuka, seperti: Research Policy; Journal of International Development; Information, Communication and Society; Sociological Research Online; International Journal of Emerging Technology and Social Change; dan Foresight. Yanuar juga menulis sejumlah working paper yang diterbitkan oleh Brooks World Poverty Institute, Centre for Research in Economics, Social and Cultural Change, Institute for Development Policy & Management, dan di Manchester Business School. Ia adalah pemegang salah satu fellowship paling bergengsi, yakni Hallsworth Fellow dalam bidang Ekonomi-Politik Inovasi dan Perubahan Sosial (2010-2012). Sebelumnya, ia terpilih sebagai Akademisi terbaik di MBS (Manchester Business School) 2009.
"Untuk para peserta workshop terbatas, saya akan terus mendampingi penulisan paper Anda sampai sedapat mungkin bisa dimuat di salah satu jurnal internasional. Setelah berakhirnya workshop ini, kita akan terus komunikasi," demikian pesan Yanuar. (y2t)




