
Tim pengabdian lintas prodi Universitas Sanata Dharma, menyelenggarakan pelatihan peningkatan keterampilan bahasa Inggris dan manajemen stres akulturasi untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari 14 -15 Desember 2022 di Hotel Ibis Adisucipto, Yogyakarta.
Pelatihan ini didanai oleh hibah Ristekdikti melalui Program Insentif Pengabdian Masyarakat Terintegrasi MBKM berbasis Kinerja IKU 2022. Tim pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari 3 dosen, Dalan Perangin-Angin dan Simon Manggala dari prodi Sastra Inggris dan Agus Arswimba dari prodi Bimbingan Konseling dan 4 mahasiswa dari prodi Sastra Inggris, Euginia, Valentina Pascalia, Nadawutu Purnayoga dan Yusuf Neno.

Ada 3 narasumber dalam kegiatan ini, yaitu perwakilan dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/BP3MI Yogyakarta, Erwiana seorang aktifis PMI yang pernah mengalami penindasan oleh majikannya di Hong Kong di tahun 2014 namun karena keberaniannya menuntut hak-haknya dan didukung oleh berbagai pihak akhirnya beliau bisa memenangkan tuntutannya (2018), dan Nur Hasanah juga seorang aktifis yang mantan PMI dan sekarang mau masuk berjuang sebagai akademisi yang berencana mengambil program S3 di bidang sosiologi di Hong Kong.
Tujuan jangka panjang pelatihan ini adalah merumuskan konsep-konsep apa yang bisa dijalankan di masa mendatang guna membantu para PMI mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi. Tujuan jangka pendeknya, melalui manajemen stres akulturasi, diharapkan PMI sadar akan permasalahan-permasalahan yang dihadapi terkait stres akulturasi dan bagaimana mengatasinya. Sedangkan melalui pelatihan keterampilan bahasa Inggris diharapkan keterampilan bahasa Inggris PMI meningkat, terutama dalam persiapan menghadapi wawancara masuk kerja dan survival English (ketika masuk di dalam kehidupan kerja di luar negeri nantinya).

Tujuan jangka panjang diharapkan dapat direalisasikan untuk membuat jaringan kerja dari berbagai pihak baik akademis, LSM, dinas pemerintah yang peduli membantu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. Melalui bekal bimbingan konseling yang diberikan, secara statistik yang didapat dari Google form terlihat angka kecemasan peserta menurun. Pelatihan bahasa Inggris, walaupun hanya diadakan 1 hari namun juga membantu peserta dalam kiat-kiat menghadapi wawancara yang baik, yaitu pengucapan berdasarkan penekanan kata dan intonasi kalimat yang benar, grammar dasar seperti penggunaan tenses dan kata kerja yang tepat, dan juga membuat pernyataan yang didahului dengan thesis statement (pernyataan inti) dan supporting sentences (kalimat-kalimat pendukung).
(DMP)




