
Mendapatkan hibah Insentif Pengabdian kepada Masyarakat Terintegrasi dengan MBKM Berbasis Kinerja IKU bagi PTS tahun 2022, Benardinus Agus Arswemba, M.Pd. (Bimbingan Konseling), Eny Winarti, M.Hum., Ph.D. (PGSD) dan Irine Kurniastuti, M.Psi (PGSD) menyelenggarakan pendampingan kepada para guru di Sekolah Eksperimental Mangunan. Kegiatan pendampingan tersebut diagendakan mulai tanggal 09-20 Desember. Kegiatan ini melibatkan pertemuan baik secara tatap muka maupun daring. Ikut terlibat dalam kegiatan tersebut, Agnes Seraphine (mahasiswa Prodi Sastra Inggris) dan Dinda Desta Larasati Fransiska (mahasiswa PGSD). Bersama dengan Tolhas Damanik, M.Ed, direktur Wahana Inklusi Indonesia dan Nurdyana Dipanegara, sekretarisnya, sebagai narasumber utama; kedua mahasiswa tersebut mendapat kesempatan untuk berbagi pengalamannya dalam mendampingi individu berkebutuhan khusus.
Kegiatan “Berjalan Bersama Individu Berkebutuhan Khusus” ini diikuti oleh tenaga pendidik, tenaga kependidikan, pendamping individu berkebutuhan khusus dan beberapa pengurus Yayasan Dinamika Edukasi Dasar. Pada awal mulanya, kegiatan ini difokuskan pada pendampingan di SD. Akan tetapi, karena rasa ingin tahu yang sangat dalam, pada kegiatan berikutnya bergabung pula guru TK dan SMP. “Kami ingin mendengarkan saja, semoga diijinkan” begitu yang mereka sampaikan. Maka, tidak mengherankan bila di tengah-tengah kesibukan mempersiapkan raport akhir semester siswa, para tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan Yayasan sudah siap di ruang zoom pada pukul 08.00 di hari Sabtu tanggal 13 Desember 2022, dan pukul 07.00 hari Rabu tanggal 15 Desember 2022. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Karena keterbatasan waktu ini pula, kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan luring dalam situasi yang tidak terlalu formal.
Kegiatan “Berjalan Bersama Individu Berkebutuhan Khusus” ini diikuti oleh tenaga pendidik, tenaga kependidikan, pendamping individu berkebutuhan khusus dan beberapa pengurus Yayasan Dinamika Edukasi Dasar. Pada awal mulanya, kegiatan ini difokuskan pada pendampingan di SD. Akan tetapi, karena rasa ingin tahu yang sangat dalam, pada kegiatan berikutnya bergabung pula guru TK dan SMP. “Kami ingin mendengarkan saja, semoga diijinkan” begitu yang mereka sampaikan. Maka, tidak mengherankan bila di tengah-tengah kesibukan mempersiapkan raport akhir semester siswa, para tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan Yayasan sudah siap di ruang zoom pada pukul 08.00 di hari Sabtu tanggal 13 Desember 2022, dan pukul 07.00 hari Rabu tanggal 15 Desember 2022. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Karena keterbatasan waktu ini pula, kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan luring dalam situasi yang tidak terlalu formal.

Dalam kegiatan tersebut, dengan pengalaman mendampingi sekolah-sekolah dalam proses menjadi inklusi, Pak Tolhas menyampaikan bahwa dengan kurikulum yang memuat pembelajaran terdiferensiasi, pendidikan inklusi tidak lagi menjadi opsi namun menjadi suatu keharusan. Salah kaprah yang sering terjadi adalah bahwa pendidikan inklusi diartikan secara sempit. Dalam pendidikan inklusi yang meniadakan hambatan individu yang bersangkutan perlu ada sebagai siswa yang hadir dalam proses pembelajaran di kelas. Individu yang bersangkutan juga perlu untuk diterima oleh warga sekolah juga aktif dalam berkegiatan di sekolah serta memiliki pencapaian dalam arti postifi. Maka dari itu, guru perlu membuat jejaring, baik bersama dengan orang tua maupun institusi lain untuk membantu. Perlu ada Langkah-langkah sistematis yang dilakukan supaya guru tidak menjadi kelelahan sementara anak tetap terfasilitasi.
Penjelasan-penjelasan ini memantik keingintahuan sekolah Mangunan untuk belajar lebih dalam lagi tentang pendidikan inklusi yang tidak lain tidak bukan adalah pendidikan terdiferensiasi. Model pembelajaran terdiferensiasi ini tercermin dalam kegiatan pembelajaran berbasis proyek yang selama ini sedang diupayakan oleh rekan-rekan guru di Sekolah Eksperimental Mangunan. Meskipun masih ada kegiatan lanjutan secara luring Ibu Kartika kepala sekolah SD Eksperimental Mangunan menyampaikan “Apakah mungkin tahun depan kami berharap masih bisa didampingi lagi untuk mendampingi rekan-rekan kecil yang spesial di sekolah Mangunan?” Hal ini menunjukkan harapan pendampingan lanjutan dari Sekolah Eksperimental Mangunan.
(EW)




