USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Kerjasama USD dengan ISI Surakarta Kembangkan Seni Budaya dan Aksi Bersama Moderasi Beragama

diupdate: 4 tahun yang lalu

dok. Humas USD

Universitas Sanata Dharma (USD) menandatangani Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama dengan Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI). Penandatanganan dilangsungkan pada, Selasa 13 Desember 2022 di Ruang Seminar Driyarkara, Gedung Pusat Kampus II. Sesuai dengan isi Nota Kesepahaman yang dimaksud, kerja sama ini berkomitmen dalam mengembangkan seni budaya melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Hadir dalam acara ini, Rektor Universitas Sanata Dharma, Romo Albertus Bagus Laksana, SJ, Ph.D., yang didampingi oleh Wakil Rektor dan pejabat USD, serta Rektor Institut Seni Indonesia Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M.Hum berserta jajarannya.

Rektor USD, Romo Bagus Laksana dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kerja sama melalui bidang seni dapat menjadi moderasi spiritual dalam menyikapi perbedaan dalam beragama. Sehingga dapat mengembangkan persaudaraan, mempunyai ruang untuk berekspresi, dan  lebih bernisiatif dalam melayani masyarakat.

“Seni membuat hati kita lebih lembut secara peradaban, yang memberi tekanan pada estetika yang sangat sangat ekslusif. Nantinya, bisa mengubah banyak hal di dunia yang penuh konfliktif. Ini juga merupakan sebuah tantangan peradaban,” tutur Romo Bagus.

dok. Humas USD

Senada dengan Romo Bagus, Rektor ISI, Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum mengungkapkan, tantangan perguruan tinggi dalam pendidikan adalah membentuk identitas yang otentik di tengah zaman yang sering berubah. Oleh karena itu, melalui bidang seni dapat digunakan sebagai medium untuk menciptakan sinergi baik dalam beragama maupun di bidang ilmu pendidikan.

“Kami berupaya dan ikut andil, dalam kerukunan beragama yang masih memprihatikan. Moderasi beragama seharusnya menjadi tanggung jawab seluruh umat, untuk mendorong mewujudkan keadilan. Seni membantu sebagai medium, yang dapat menciptakan karya-karya kolaborasi sehingga terwujud dunia yang aman dan sejahtera,” kata Dr. I Nyoman.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja sama. Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Rektor USD dan ISI Surakrta. Selanjutnya, Perjanjian Kerja sama Riset dan Aksi Bersama Moderasi Beragama, ditandatangani oleh Wakil Rektor IV USD, Caecilia Tutyandari, Ph.D. bersama Wakil Rektor III ISI Surakarta, Dr. Sugeng Nugroho, S.Kar., M.Sn.  Kedua, Perjanjian Kerja sama Pelaksanaan Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka oleh Wakil Rektor I, Prof. Ir. Sudi Mungkasi, Ph.D bersama Wakil Rektor Bidang Akademik ISI Surakarta, Prof. Dr. Bambang Sunarto, S.Sen., M.Sn.

dok. Humas USD

Kegiatan diisi dengan diskusi terkait dengan kerja sama dan rancangan program yang akan dilaksanakan ke depan. Sebelumnya, USD telah melakukan progress keterlibatannya dalam moderasi beragama, yang termasuk ke dalam kurikulum dan mata kuliah. Selain itu, USD juga melestarikan kesenian melalui kegiatan seperti ketoprak, pertunjukkan wayang, atau parade gamelan anak.
Sehubungan dengan hal tersebut, Wakil Dekan III Fakultas Seni Pertunjukan, Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn., memamaparkan bahwa kerja sama ini perlu keterlibatan dari berbagai universitas, untuk melihat potensi dan pelaksanaannya dalam moderasi beragama.

“Kami membidik USD mempunyai potensi untuk melakukan kerja sama tersebut. Maka, ISI Surakarta ingin, jika seni berada di wilayah tersebut dapat menjadi medium yang merajut moderasi beragama,” terangnya.

Kerja sama USD dengan ISI Surakarta nantinya saling berkolaborasi, menjadikan seni sebagai medium spiritualitas dalam beragama, serta dapat memulai melakukan rekonsiliasi dengan budaya lokal. Seperti yang diungkapkan oleh, Staf Hukum dan Tata Laksana ISI Surakarta, Anhar Widodo, S.Sos, “Menanggapi gagasan tersebut, kami dari ISI Surakarta dapat membantu bila USD ingin menyelenggarakan pertunjukan atau ingin dimentori. ISI bisa mengirim tata kelola, sumber daya, untuk bekerjasama dengan USD.”

dok. Humas USD

Oleh karena itu, moderasi beragama yang melibatkan universitas, menjadi sikap dalam beragama terhadap budaya lokal untuk memperkaya agama, menghadapi tantangan zaman dengan lebih lembut, menghormati kultur lokal, dan tidak terkesan mendisiplinkan agama lain.

“Kami menyambut sebagai akademisi, bahwa kerja sama ini melibatkan semua pihak, serta semua dapat ikut berbicara. Sehingga dapat merekonstruksi nilai-nilai baik yang berkembang, juga yang berhubungan dengan proyek-proyek kreatif MB-KM, untuk mencari khas Indonesia melalui sebuah seni, budaya, agama, dan masyarakat umum,” pungkas Romo Bagus.
 
(MTK & AS)

  kembali