USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Kuliah Agama bersama Penyair Joko Pinurbo: Religiusitas dan Kitab Suci Menjadi Inspirasi

diupdate: 4 tahun yang lalu

dok. UP-MPK

“Apa agamamu? Agamaku adalah air yang membersihkan pertanyaanmu.” Inilah salah satu penggalan syair Joko Pinurbo (Jokpin) yang diangkat dalam Kuliah Umum Agama, yang diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (UP MPK) USD, Sabtu 10 Desember 2022 di R. Kadarman, Gedung Pusat.

“Nilai-nilai religiusitas lebih banyak melatarbelakangi puisi-puisi saya dan kebanyakan sumber inspirasi saya dari Kitab Suci,” kata Jokpin.

Maka tak mengherankan, jika syair-syair Jokpin banyak berbicara mengenai persoalan agama di tengah-tengah masyarakat dewasa ini. Ia membahasakan ulang secara puitis persoalan ini dengan mengatakan bahwa ‘agama sedang kedinginan dan kesepian’ serta ‘agama merindukan pelukanmu’. Ini yang dituangkan Jokpin dalam puisinya berjudul ‘Pemeluk Agama’.

“Istilah ‘pemeluk agama’ di dalam bahasa Indonesia, bagi saya itu sangat indah. ‘Memeluk’ itu kan menunjukkan kemesraan dan kehangatan. Namun yang terjadi saat ini, seringkali orang malah ‘mambakar agama’ dan ‘memanas-manasi agama’, bukan justru ‘memeluknya dengan penuh kehangatan’,” ujar penyair kawakan tersebut.

Demikian pula, dalam syairnya yang berjudul ‘Kolom Agama’, Joko Pinurbo mengungkapkan bahwa Tuhan menghendaki kehadiran agama sebagai ‘ciuman indah tak bernama’ dan ‘pelukan penyembuh luka’. Di sini, agama diharapkan menjadi tempat di mana orang dapat menemukan kasih. Selain itu, ia pun mengkritik para pemeluk agama dewasa ini yang seringkali mengkotak-kotakkan orang berdasarkan agamanya.

“Berapa tahun belakangan ini, sering terjadi konflik sosial antarkelompok secara horizontal yang seringkali membawa label agama dan saya pun terinspirasi untuk menulis puisi tentang Kaleng Khong Guan, yang idenya datang dari Gus Mus. Ketika kedatangan tamu ia menyuguhkan makanan, kalengnya Khong Guan, isinya rengginan. Bagi saya, kita ini kadang kalah bijaksana dengan kaleng Khong Guan yang hadir dalam hari raya agama apa pun, dan tidak pernah mempertanyakan agama Khong Guan,” terang Jokpin.

Dalam salah satu puisi terbarunya ketika pandemi, Jokpin menulis syair tentang ‘Yesus Naik Ojek’. Jokpin berusaha menghadirkan kembali sosok Yesus yang merakyat dan suka mendatangi orang-orang yang menderita. “Sikap solidaritas inilah yang saya temukan selama pandemi ini di Indonesia,” ungkap Joko Pinurbo.

Koordinator Mata Kuliah Pendidikan Agama, Rm Patrisius Mutiara Andalas, SJ., S.S., S.T.D., memaparkan bahwa 'Agama dan Kebangsaan’ menjadi salah satu tema yang ditawarkan kepada para mahasiswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama di USD. "Tema Agama dan Kebangsaan dieksplorasi bersama dalam dialog interaktif bersama figur publik lintas agama, dan Mas Jokpin (Joko Pinurbo) adalah salah satu figur publik yang kami undang,” paparnya.

Lebih lanjut, imam Jesuit yang biasa disapa Romo Andalas ini, mengungkapkan bahwa dalam kuliah agama, mahasiswa diharapkan dapat menemukan kedalaman makna melalui kata-kata indah dan sederhana dalam menghayati imannya masing-masing.

“Agama itu indah, seindah kata-kata sederhana yang dirangkai Jokpin dalam puisi-puisinya,” tutup Rm. Andalas.

(PMA & AFH)

  kembali