USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Seminar Nasional Farmasi USD bahas Penyakit Tropis dan Penyakit Degeneratif

diupdate: 4 tahun yang lalu

dok. Humas USD

Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma (USD) menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema, “The Future of Pharmacy and Health Technology in Degenerative and Tropical Disease” yang diselenggarakan pada Sabtu 10 Desember 2022 di Hotel Prime Plaza Jogjakarta. 

Kegiatan ini, dilatar belakangi terjadinya pandemi COVID-19 yang menyerah seluruh dunia, serta meningkatnya penyakit tropis dan penyakit degeneratif di Indonesia. Seminar Nasional ini mengundang empat narasumber, Dr. apt. Rizka Andalucia, M.Farm., MARS sebagai keynotespeaker, Mohamad Salahuddin, S.T., M.M. sebagai plenary speaker, Dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D. sebagai narasumber simposium I, dan Prof. apt. Enade Perdana I., Ph.D. sebagai narasumber simposium II.

Wakil Rektor I USD, Prof. Ir. Sudi Mungkasi, Ph.D, dalam sambutannya menngungkapkan harapannya lewat Seminar Nasional ini.

dok. Humas USD

“Seminar Nasional ini sebagai kesempatan untuk berbagi ilmu. Sekaligus menjadi bukti kinerja USD melalui hasil penelitian, yang nantinya bisa memberikan dampak bagi kesejahteraan manusia,” ungkapnya.

Senada dengan Wakil Rektor I, Dekan Fakultas Farmasi USD, Dr. apt. Dewi Setyaningsih, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini sebagai bentuk refleksi saat menghadapi pandemi COVID-19, dengan minimnya harapan karena keterbatasaan obat dan alat-alat kesehatan. Menjadikan para apoteker dan tenaga kesehatan harus terus belajar di segala situasi.
 
“Apoteker dan tenaga kesehatan, berperan dalam kondisi darurat, mengikuti transformasi digital, dan terbuka dalam peran pelayanan masyarakat luas,” kata Dewi Setyaningsih.

dok. Humas USD

Hadir dalam kesempatan ini, Perwakilan Dinas Kesehatan DIY, M. Agus Prajati, Pengurus Daerah IAI DIY, apt. Hendi Ristiono, M.P.H, Perwakilan Kepala BPOM Ratna Widi A, Manager Dharma Rexa, Henry Indra K, serta Andreas Donny Prakasa, S.Farm, M.Sc.

Perwakilan Dinas Kesehatan DIY, M. Agus Prajati menjelaskan, mengenai ketahanan sistem terhadap ancaman global, terutama terhadap penyakit menular di Indonesia dan kondisi penyakit degenartif dan toprikal di DIY.

“Yogyakarta saat ini menduduki peringkat kedua untuk penyakit menular, diabetes melitus disusul dengan penyakit lain, seperti jantung, malaria, TB, dan HIV,” terangnya.

Oleh karena itu, penggunaan teknologi (AI) ke depan akan sangat diperlukan untuk menghadapi literasi farmasi, dalam menangani kasus-kasus penyakit degeneratif dan tropical di Indonesia.

dok. Humas USD

Selanjutnya, acara dibagi menjadi empat sesi. Pada sesi I,  Dr. apt. Rizka Andalucia, M.Farm., MARS (keynote speaker), yang dimoderatori oleh Dr. apt. Yustina Sri Hartini. Membawakan topik: ‘Upaya penyelesaian masalah penyakit tropis dan degeneratif di Indonesia.’

Sehubungan dengan hal tersebut, kini telah tersedia applikasi ‘Satu Sehat,’ guna mengintegrasi kesehatan masyarakat terkait obat, vaksin, dan rekap medis, yang menjamin kerahasiaan data masyarakat.

Pada Plennary speaker, Mohamad Salahuddin, S.T., M.M., memaparkan mengenai ‘The Future of Self Monitoring Blood Glucose to Increase Patient Quality of Life.’ Bergerak dalam industri Farmasi di Indonesia, Dexa Medica turut membantu menangani kasus penyakit diabetes.

Dengan meluncurkan applikasi ‘Teman Diabetes,’ yang dilengkapi fitur untuk mencapai future diabetes treatment melalui integrasi dan interopeability. Selain itu, juga meluncurkan applikasi ‘doctor to doctor’ sebagai fitur pengelolaan diabetes bagi pasien. Dalam pengembangan industry farmasi seperti ini juga melibatkan bidang pendidikan, salah satunya melakukan kolaborasi dengan USD.

dok. Humas USD

Pada sesi Simposium I, dipresentasikan oleh Dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D., dengan moderator apt. Putu Dyana Christasani M.Sc. Membawakan topik presentasi mengenai ‘Etika penelitian di bidang kesehatan.’

Banyaknya kasus pelanggaran dalam penelitian, membuat komisi mengharuskan mengajukan kelayakan etik sebelum melakukan penelitian. Maka, pada matrik pengambilan keputusan komisi etik terdapat tiga pilar, yaitu menghargai hak subjek, memberikan manfaat, dan menjunjung keadilan.

Selanjutnya, pada Simposium II, yang dipresentasikan oleh Prof. apt. Enade Perdana I., Ph.D., dengan moderator Dr. Florentinus Dika Octa Riswanto, M.Sc. Membawakan topik mengenai, ‘Eksplorasi bahan alam Indonesia sebagai obat masa depan di era big data dan kecerdasaan artifisial.’

Prof. Enade menjelaskan, bahwa dalam penemuan obat, ada penyakit yang perlu diterapi, dengan  memberi solusi menemukan obat dari bahan alam sebagai bagian dari terapi. Sedangkan pada mencari penyakit, ada produk bahan alam yang unik dan dibanggakan, perlu adanya added value, sehingga akan dicarikan penyakit yang dapat diobati sebagai added value.
“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan wawasan para pembaca dan juga memberikan kontribusi bagi Indonesi, khususnya dalam penanganan penyakit tropis dan juga penyakit degeneratif.” Pungkas Ketua Panitia Seminar Nasional, apt. Dina Christin Ayuning Putri, M.Sc.

Acara ditutup dengan presentasi poster dan pengumuman hasil poster terbaik.
 
(MTK & TA)
 
 
 
 

  kembali