USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Kunjungan Direktorat Kelembagaan dan Sumber Daya PT Vokasi Kemdikbud untuk Pemetaan Disabilitas

diupdate: 4 tahun yang lalu

dok. Humas USD

Jumat, 9 Desember 2022, di R. Koendjono Gedung Pusat Kampus II Mrican, Rombongan Direktorat Kelembagaan dan Sumber Daya Pendidikan Tinggi Vokasi dan Tim Penyusun Peta Disabilitas Pada Perguruan Tinggi Vokasi Kemdikbud berkunjung ke USD. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka menyusun kebijakan implementasi UU No 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas dan PP No 13 tahun 2020 tentang Akomodasi Yang Layak untuk Pesera Didik Penyandang Disabilitas.

Tim penyusun Peta Disabilitas pada perguruan tinggi vokasi terdiri dari Prof. Dr. Munawir Yusuf, M.Psi.,(Universitas Sebelas Maret), Dr. Totok Bintoro, M.Pd. (Universitas Negeri Jakarta), dan Dr. Nur Hasyim., M.Si., M. Hum. (Politeknik Negeri Jakarta).

dok. Humas USD

Wakil Rektor I USD, Prof Ir Sudi Mungkasi, menyampaikan bahwa saat ini di USD terdapat 4 mahasiswa penyandang disabilitas yang berkuliah di Prodi Sejarah dan Prodi Informatika.

"USD dengan segala keterbatasannya terus berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan yang inklusif, agar para mahasiswa penyandang disabilitas mempunyai kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan, " tegasnya.

Kegiatan kunjungan diawali dengan Paparan Kebijakan Direktorat Kelembagaan dan Sumber Daya Pendidikan Tinggi Vokasi tentang Penyusunan Peta. Eva Wany Ellyza, S.E., M.E., Koordinator Penguatan Kelembagaan Subkoor Penjaminan Mutu Kemdikbud menyampaikan bahwa untuk membuat peta disabilitas diperlukan informasi yang banyak dari PT yang mempunyai praktik baik pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada mahasiswa penyandang disabilitas.

"USD menjadi salah satu role model Perguruan Tinggi yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar pada mahasiswa penyandang disabilitas," paparnya.

dok. Humas USD

Kegiatan selanjutnya adalah Pengumpulan Data melalui dialog dengan para pejabat, dosen dan mahasiswa (baik Penyandang maupun non penyandang disabilitas). Dialog ini dipandu oleh salah seorang anggota tim penyusun, yaitu Dr. Totok Bintoro, M.Pd.

Kepala Pusat Studi Individu Berkebutuhan Khusus (PSIBK) USD, Irine Kurniastuti, M.Psi, memberikan gambaran umum tentang pelayanan bagi mahasiswa penyandang disabilitas.

"PSIBK merupakan unit lembaga di bawah LPPM USD yang melakukan penelitian terkait individu berkebutuhan khusus. Kami saat ini terus mengembangkan diri menjadi Pusat Layanan yang akan mendampingi individu berkebutuhan khusus yang membutuhkan pendampingan," paparnya.

dok. Humas USD

Dialog berlangsung sangat menarik dengan berbagai kisah pelayanan bagai mahasiswa penyandang disabilitas, mulai dari kebijakan di tingkat struktural, implementasi pendampingan yang dilakukan para dosen di tingkat prodi, hingga membangun relasi antara mahasiswa penyandang disabilitas dan non disabilitas.

Mewakili tim penyusun, Dr. Totok Bintoro menyampaikan bahwa di USD sudah terdapat banyak praktik baik dalam hal pelayanan bagi mahaiswa penyandang disabilitas. USD masih perlu untuk mensinergikan layanan tersebut dengan prinsip PTC (Policy, Technics dan Culture) dalam mengupayakan pendidikan yang inklusif.


dok. Humas USD

"PR bagi kita semua adalah bagaimana Regulasi dari Permenristekdikti sebagai policy bisa diimplementasikan dalam petunjuk teknis pelaksanaan pelayanan di USD. Selain itu USD juga perlu menyusun petunjuk teknis seperti teknis penerimaan mahasiswa baru, teknis pengajaran, teknis pelayanan pendukung, dan sebagainya. Hingga pada akhirnya culture yang inklusif, menjadi semakin menguat. USD sudah memegang kunci pelayanan itu, yaitu pendampingan dari awal sampai akhir kepada para mahasiswa disabilitas," ungkapnya.

(AFH)

  kembali