
Setelah dua tahun tidak terlaksana akibat pandemi, Parade Gamelan Anak (Pargem) kembali dilaksanakan oleh Prodi PGSD di Panggung Realino pada Minggu, 27 November 2022. Pada pelaksanaan tahun ke-13 ini, Pargem menjadi salah satu rangkaian acara Dies Natalis ke-67 Universitas Sanata Dharma.
Pargem Anak ke-XIII yang mengangkat tema ‘Gumregah Nabuh Nguri-uri Kabudayan’ (Semangat Memelihara Kebudayaan). Melalui tema tersebut, generasi muda diharapkan dapat memiliki spirit besar untuk mencintai dan memelihara kebudayaan, terutama melalui musik tradisional, agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Pargem XIII diikuti oleh 9 SD yang berasal dari berbagai daerah di DIY-Jateng, yaitu SD Kanisius Sengkan, SD Negeri Nogopuro, SD Tumbuh 1, SD Tumbuh 2, SD Kanisius Sorowajan, SD Negeri Banyurejo 2, SD Pangudi Luhur Yogyakarta, SD Negeri Pagerharjo, dan SD Krista Grasia Klaten. Hadir sebagai juri dalam acara Parade Gamelan Anak ini dilakukan oleh Welly Hendratmoko, S.Sn., M.Sn., Hariyanto, S.Sn., M.Hum., dan Pardiman Djojonegoro.


SD Tumbuh 1 berhasil meraih predikat sebagai Penampil Terbaik, sementara Variasi Gending Terbaik diraih oleh SD Krista Grasia Klaten. Untuk kategori paraga, Kendang Terbaik diraih oleh SD Pangudi Luhur Yogyakarta, dan Bonang Terbaik diraih oleh SD Krista Grasia.
Dosen Pendamping kegiatan ini, Wahono, S.Sn., M.Hum., menyampaikan bahwa Parade Gamelan penting untuk menumbuhkan rasa humanis bagi generasi muda.

“Melalui pelaksanaan acara Parade Gamelan Anak ini besar harapan supaya generasi muda dapat mengembangkan rasa cinta dan bangganya terhadap kebudayaan yang dimiliki dan juga menumbuhkan rasa humanis dengan menyertakan nilai-nilai kebersamaan, empati dan juga toleransi,” ungkapnya.
(ID)




