
Dua video pendek karya mahasiswa Universitas Sanata Dharma berhasil meraih Juara Pertama dan Ketiga di AJCU-AP Short Video Competition 2022 dengan tema “Covid-19 Pandemic as A Cannonball Moment”. Ajang kompetisi video pendek ini adalah sebuah kompetisi yang diselenggarakan oleh Association of Jesuit Colleges and Universities in Asia Pacific (AJCU– AP, Asosiasi Universitas Jesuit Asia Pasifik) dalam rangka memperingati tahun Ignasian.
Kompetisi ini diikuti oleh beberapa universitas anggota AJCU-AP dengan tujuan memaknai tahun Ignasian sebagai wadah kreativitas mahasiswa. Melalui karya video pendek, mahasiswa diajak untuk memberikan nspirasi dan motivasi sesamanya di masa pandemi Covid-19. Selain itu, video pendek tersebut juga menjadi sarana untuk promosi bagi masing-masing universitas.

Video pendek berjudul “Together in Hand” karya lima Student Staff Biro Kerjasama dan Hubungan Internasional (BKHI) yaitu: Azalea Ardyna, Hadna Indrasti, Valentino Eko, Shahnaz Prasa, dan Fransiskus Nino berhasil meraih Juara Pertama. Video pendek ini mengisahkan perjuangan mahasiswa-mahasiswa kerjasama Universitas Sanata Dharma dalam bergulat dengan keterbatasan dan perubahan yang terjadi selama pandemi Covid-19.
Juara Kedua kompetisi ini diraih video pendek berjudul: “Tana” karya Center for Global Education & Discovery Sophia, Doctoral Program in Global Environmental Studies, Sophia University, Japan. Sedangkan video pendek berjudul “Window”, karya dari 11 Mahasiswa dari program Studi Pendidikan Agama Katholik, yaitu: Anastasia Gracia, Yohanes Sarjono, Angela Merici Chelsea, Norbertus Nathaniel, Yuni Priyantini, Gregorius Lindung, Agustinus Zerico, Catarina, Andreas Chrisatro, Raymundus Andro, Rengga Nata berhasil meraih Juara Ketiga. “Window” menceritakan tentang titik balik kehidupan seorang pelajar yang datang dari keluarga yang kurang harmonis, yang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan dan terpapar Covid-19.

Pencapaian kedua video pendek karya mahasiswa USD tersebut tentu menjadi kebanggan di ajang internasional yang dinilai oleh para dewan juri berpengalaman, yaitu Fr. Emmanuel L. Alfonso, SJ (Ateneo de Manila University Philippine), Ms. Rechelle Ann Tolinero Barraquias (Ateneo de Cagayan University Philippine), Fr. Vinai Boonlue, SJ (Xavier Learning Community) dan Rm. Murti Hadi Wijayanto, SJ (Universitas Sanata Dharma).
(AA & SS)




