USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Spiritualitas Ekologis, Bertemunya Identitas dan Misi: Retreat Green Team USD

diupdate: 4 tahun yang lalu

doc. Green Team

“Spiritualitas pada dasarnya adalah bertemunya identitas dan misi”, demikian pengantar paparan Rm. Petrus Sunu Hardiyanto, SJ. sebagai pembicara sekaligus tuan rumah dalam acara retreat ekologis yang dilakukan oleh The Green Team USD di Rumah Retreat “Kristus Raja” Girisonta pada 23-24 September 2022) “Spiritualitas bukan hanya terkait dengan agama, tetapi sebagai sebuah hasil refleksi pertanyaan siapa diri kita sebagai sivitas akademika Universitas Sanata Dharma dan dirangkaikan dengan  misi yang harus diemban. Ketika kesadaran akan identitas itu menggerakkan karya, di sanalah muncul spiritualitas”, sambungnya.

Menurut Rm. Sunu, USD diberi rahmat sekitar 12.000 mahasiswa. 10% pasti tertarik dengan kecintaan merawat bumi, dan separonya atau sekitar 600 bisa jadi cukup “gila” (memiliki komitmen yang tinggi) untuk merawat bumi. Dari orang-orang yang berkomitmen tersebut, akan tercipta sebuah “living faith”, iman yang terus hidup dan dihidupi sehingga membuahkan sebuah tradisi. “Bertemunya identity dan mission itu melahirkan cinta yang bergerak”, tegasnya. “Spiritualitas ekologi adalah spiritualitas untuk menjadikan rumah kita, kampus kita, fakultas kita, prodi kita, lab kita bernalar”, imbu Rm. Sunu. “Rumah atau kampus yang nalar adalah bagaimana tapak bangunan tersebut memperhatikan tanah hijau, seperti bumi yang nalar adalah bumi yang hijau, tidak tercemar, dan tidak rusak”, tegasnya. Demikian kira-kira pola yang diberikan Rm. Sunu dalam memunculkan spiritualitas ekologis, terutama di kalangan civitas akademika Universitas Sanata Dharma.

dok. Green Team

Setelah menerima pemaparan spiritualitas ekologi, peserta retreat diajak Rm. Sunu mengelilingi perkebunan di sekitar Rumah Retreat Kristus Raja Girisonta. Rm. Sunu mengenalkan bebagai macam tanaman yang dapat dibudidayakan dengan biaya murah, baik tanaman hidroponik maupun tanaman yang ditanam di media arang atau tanah biasa. “Kegiatan ini memberikan inspirasi untuk program ekologi integral di USD berupa ecology tour, bisa menggunakan kebun Pusat Studi Lingkungan, Kebun Obat Farmasi, atau Taman Kupu-kupu”, kata salah seorang peserta retreat. “Mengikuti perjalanan tur ekologi di seputaran Girisonta membuat kita semakin merasakan betapa indahnya bumi ini”, tambah peserta lain.
 
Retreat ekologis ini diikuti oleh 13 anggota the Green Team USD, sebuah tim yang digawangi oleh Wakil Rektor III dan bertugas untuk mengindentifikasi praktek baik implementasi ekologi integral USD, menyusun grand design ekologi integral 7 tahun USD, melakukan kajian ekologi secara komprehensif terkait lingkungan hidup, manusia, dan masyarakat lebih luas, menyusun program gerakan ekologis jangka pendek (1 tahun) dan mengkoordinasi implemantasinya. Dasar dari kegiatan ini adalah ensiklik Laudato Si dari Paus Fransiskus, pilihan perutusan Serikat Jesus terkait UAP (Univesal Apostolic Preferences), dan Renstra APTIK terkait ekologi, Grand design ekologi integral 7 tahun didasarkan pada indikator utama green metric, yang meliputi sustainability dalam bidang pendidikan, sampah dan limbah, energi, air, transportasi, dan sarana prasarana. Selain indikator tersebut, The Green Team USD merasa perlu menambahkan hal yang menjadi perhatian dan kekhasan USD, yaitu dalam bidang spiritualitas, budaya, serta ekonomi.  Tim ini telah dan akan melakukan serangkaian kegiatan terkait dengan gerakan ekologis USD. Gebrakan pertama adalah sosialisasi penyatuan gerak ekologi integral USD kepada para pejabat struktural yang diselenggarkan 19 Agustus 2022 di ruang Koendjono. Diikuti oleh berbagai pertemuan penyusunan program.
 
(Tti/ttk)
 
 

  kembali