
Markus Budiraharjo, M.Ed., Ed.D. (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris USD) menjadi narasumber Workshop Pengajaran Berbasis Proyek dalam rangka implementasi Program Kompetisi Kampus Merdeka (PK-KM) yang diselenggarakan oleh Prodi Sastra Inggris Universitas Ma Chung Malang pada Selasa, 6 September 2022 di Hotel Swiss Bell, Malang.
Universitas Ma Chung Malang mendapatkan pendanaan dari Kemendikbudristekdikti tahun 2022 melalui Program Kompetisi Kampus Merdeka (PK-KM). Target pertama dari partisipasi dalam hibah ini adalah peningkatan kapasitas dosen melalui integrasi project-based atau case-based learning di dalam pembelajaran. Markus Budirahardjo, M.Ed., Ed.D., diundang untuk menjadi salah satu narasumber dalam workshop bersama dengan Prof. Dr. Rudi Hartono, S.S., M.Pd., (Universitas Negeri Semarang) dan Pratiwi Retnaningdyah, M.Hum., MA, Ph.D (Universitas Negeri Surabaya).
Dalam workshop ini, Pak Markus menyampaikan dua hal mendasar, yaitu terkait kurikulum sebagai dokumen tertulis dan penerapan rubrik penilaian di mekanisme pembelajaran sehari-hari. Beliau juga menyampaikan masukan konstruktif terkait hal-hal baik apa saja yang telah tercermin di dalam Kurikulum Program Studi Sastra Inggris, Universitas Ma Chung. Disingkap juga wilayah-wilayah krusial yang wajib diperbaiki. Tidak lupa, ia juga membagikan dinamika yang terjadi di PBI USD sebagai penguatan bagi para peserta. “Kesulitan yang paling sering dialami oleh para dosen adalah bagaimana menggunakan Learning Management System (LMS) sebagai sarana untuk pencatatan hasil umpan balik terhadap kinerja mahasiswa. Rubrik asesmen yang diterapkan dosen menjadi krusial. Dosen tidak bisa serampangan memberikan penilaian. Mahasiswa menjadi lebih terarah. Dengan terintegrasi dengan LMS, penilaian kualitatif terhadap kinerja mahasiswa bisa otomatis dikuantifikasi dalam bentuk angka. Ada efisiensi di dalam pengelolaan nilai di akhir semester,” paparnya.
Para peserta menyambut positif pendampingan yang dijalankan oleh dosen dari Prodi PBI USD ini. Proses pelatihan di antara para dosen ini tidak hanya menyentuh aspek substantif dalam pengajaran, namun menyentuh aspek emosi, relasional dan reflektif para peserta. Wawan Eko Yulianto, Ph.D., Ketua Program Studi Sastra Inggris Universitas Ma Chung mengungkapkan, “Saya sangat terkesan dengan presentasi tentang proses penyusunan kurikulum PBI Sanata Darma yang berorientasi pada akreditasi internasional dan Outcomes-Based Education (OBE). Selain itu, penekanan Pak Markus pada sisi emosi, bukan kognitif, dalam pendekatan pedagogis, juga sangat menarik".
Sementara itu Melany, SST.Par., MM.Tr., dosen yang secara khusus membidangi tourism, juga menyatakan apresiasinya, “Kami tidak mengira akan mendapatkan umpan balik atas kurikulum yang sudah kami susun. Dengan melihat bagaimana Program Studi PBI Universitas Sanata Dharma berdinamika di dalam revisi kurikulum, kami menjadi disadarkan bahwa durasi untuk revisi kurikulum bisa membutuhkan waktu yang panjang. Kami sangat bersyukur dengan kehadiran Pak Markus yang memberikan pendampingan yang komplit, mulai dari kurikulum, penjaminan mutu internal dan eksternal, penguasaan teknologi informasi, sampai dengan bagaimana mengintegrasikan berbagai hal tersebut di dalam pembelajaran: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasinya".
Kesan positif juga diungkapkan F.X. Dono Sunardi, M.A., pengajar penerjemahan dan kritik Sastra, “Saya belajar banyak tentang pentingnya relasi personal dan rasa nyaman psikologis dalam pembelajaran, di luar konten keilmuan yang diajarkan. Kognisi perlu ditempatkan sebagai sesuatu yang datang berikutnya setelah terbangun situasi pembelajaran yang menyenangkan”.
(MBR)
(MBR)




