
Universitas Sanata Dharma mengirimkan dua mahasiswa untuk mengikuti serangkaian kegiatan dari program Global Citizenship 2022 yang diselenggarakan oleh IACU (The International Association of Jesuit Universities - Asosiasi Universitas Jesuit Internasional) dan The Berkley Center for Religion, Peace, and World Affairs di Boston College pada tanggal 4-6 Agustus 2022. Dua mahasiswa tersebut adalah Helena Faustina Trisunjata (Sastra Inggris 2019) dan Scholastica Susanti (Pendidikan Biologi 2018). Mereka berpartisipasi dalam serangkaian aktivitas diskusi dan saling sharing pengetahuan tentang fenomena–fenomena global seperti perubahan iklim, perkembangan, dan penciptaan perdamaian dimana.
Enam topik yang didiskusikan adalah “Ide dan Praktik Negara Global (The Idea and Practicing of Global Citizenship”, “Gerakan Transnasional, Perdamaian, dan Pemerintahan Global (Transnational Movements, Peace, and Global Governance)”, “Kemiskinan, Ketidaksetaraan, dan Solidaritas dalam Aksi (Poverty, Inequality, and Solidarity in Action)”, “Rangkaian Iman dan Promosi Keadilan (The Series of Faith and the Promotion of Justice)”, “Kewarganegaraan Global dan Kepedulian terhadap Negara (Global Citizenship and Care for Our Common Home)”, “Kewarganegaraan Global dan Pertemuan Budaya (Global Citizenship and The Culture of Encounter)”.

Dalam sesi ini, Helena berkesempatan untuk menyampaikan gagasan serta ide-ide yang ia miliki bersama dengan mahasiswa lainnya, diantaranya adalah Suamen Polacio dari St. John’s College, Amnis Vigan dari Center for Research & Action for Peace, Elena Perez Velasco dari Universitas Loyola Andalucia Spanyol, TJ Alcantara dari Ateneo de Manila Philippines, dan Tom Banchoff dari Georgetown University USA. Helena mengungkapkan bahwa program ini sangat bermanfaat dan juga merupakan sarana yang baik dan tepat untuk merangkul perbedaan satu sama lain di antara negara, ras, dan gender. Mereka memperluas perspektif dan tumbuh sebagai warga global yang akan membangun pertemuan budaya.
Tujuan dari program Global Citizenship ini adalah untuk memajukan pendidikan dan dialog kritis antar budaya, memperkuat kolaboratif di seluruh perguruan tinggi dan universitas Jesuit, mewujudkan misi Pendidikan Jesuit dalam pelayanan kepada dunia, dan meningkatkan profil IAJU sebagai innovator dalam pendidikan tinggi global serta para mahasiswa nantinya dapat memanfaatkan ilmu-ilmu dan pengetahuan yang mereka dapatkan.
(SS&FN)




