
Film pendek berjudul “Senandika” karya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lens Club Universitas Sanata Dharma berhasil menorehkan prestasi di Four Dreams Jesuit film Contest 2022. Karya UKM fotografi tersebut berhasil mendapatkan nominasi Special Selection. Four Dreams Jesuit film Contest adalah sebuah festival film Internasional yang diselenggarakan oleh Asosiasi Universitas Jesuit Internasional (IAJU – International Association of Jesuit Universities). Four Dreams Jesuit Film Contest pada tahun ini diselenggarakan untuk mengajak para mahasiswa di universitas-universitas yesuit sedunia mempromosikan salah satu dari empat tema Preferensi Kerasulan Universal Serikat Yesus, yaitu: (1) Menunjukkan Jalan Menuju Allah; (2) Berjalan Bersama yang Tersingkirkan; (3) Penjelajahan Bersama Orang Muda membangun Masa Depan Penuh Harapan; dan (4) Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama. Festival tahun ini diikuti oleh 80 peserta, yang merupakan mahasiswa dari berbagai universitas Jesuit di seluruh dunia.
“Senandika” (dalam versi bahasa Inggris disebut Soliloquy) berfokus pada tema “Penjelajahan Bersama Orang Muda”. Film pendek ini bercerita tentang perasaan, firasat, dan konflik batin dari kaum muda berhadapan dengan situasi kekerasan seksual di sekitarnya. Vincentius Aditya Agsa Putra, sang sutradara mengungkapkan, “Film ini adalah tentang eksistensialisme, sebuah masalah yang sangat dekat dengan anak-anak muda karena kurangnya pemahaman akan makna diri dan kehidupan. Salah satu masalah eksistensial itu nampak pada kegamanangan orang muda menghadapi masalah pelecehan seksual”. Film ini masuk dalam Special Selection karena mewakili pandangan dan keprihatinan tentang situasi aktual dari kacamata orang muda.

Keberhasilan “Senandika” masuk nominasi Special Selection telah membuka jalan baru bagi UKM Lens Club. Pada awalnya mereka hanya berfokus pada fotografi, namun melalui partisipasi di festival ini, mereka mengembangkan diri ke wilayah sinematografi. Membuat film pendek merupakan pengalaman pertama bagi mereka. Proses produksi film pendek “Senandika” melibatkan dua puluh orang dan memakan waktu kurang lebih satu minggu. Dengan peralatan sederhana, Lens Club USD berusaha menghasilkan karya yang tidak saja baik secara tenis, namun juga sarat dengan pesan moral bagi penontonnya.
Selain rasa bangga karena mampu meraih prestasi, banyak kegembiraan dirasakan oleh mereka yang terlibat dalam produksi film pendek ini. Kusmanto, sang produser mengungkapkan, “Kebahagian utama kami yaitu melalui keikutsertaan di festival ini, kami dapat menyatukan anggota antar angkatan dan kami berani keluar dari zona nyaman di dunia fotografi”. Lewat keberhasilan di ajang internasional ini, UKM Lens Club USD berharap dapat semakin mengembangkan diri dan aktif, agar menambah pengalaman serta ilmu bagi mereka.
“Senandika” (dalam versi bahasa Inggris disebut Soliloquy) berfokus pada tema “Penjelajahan Bersama Orang Muda”. Film pendek ini bercerita tentang perasaan, firasat, dan konflik batin dari kaum muda berhadapan dengan situasi kekerasan seksual di sekitarnya. Vincentius Aditya Agsa Putra, sang sutradara mengungkapkan, “Film ini adalah tentang eksistensialisme, sebuah masalah yang sangat dekat dengan anak-anak muda karena kurangnya pemahaman akan makna diri dan kehidupan. Salah satu masalah eksistensial itu nampak pada kegamanangan orang muda menghadapi masalah pelecehan seksual”. Film ini masuk dalam Special Selection karena mewakili pandangan dan keprihatinan tentang situasi aktual dari kacamata orang muda.

Keberhasilan “Senandika” masuk nominasi Special Selection telah membuka jalan baru bagi UKM Lens Club. Pada awalnya mereka hanya berfokus pada fotografi, namun melalui partisipasi di festival ini, mereka mengembangkan diri ke wilayah sinematografi. Membuat film pendek merupakan pengalaman pertama bagi mereka. Proses produksi film pendek “Senandika” melibatkan dua puluh orang dan memakan waktu kurang lebih satu minggu. Dengan peralatan sederhana, Lens Club USD berusaha menghasilkan karya yang tidak saja baik secara tenis, namun juga sarat dengan pesan moral bagi penontonnya.
Selain rasa bangga karena mampu meraih prestasi, banyak kegembiraan dirasakan oleh mereka yang terlibat dalam produksi film pendek ini. Kusmanto, sang produser mengungkapkan, “Kebahagian utama kami yaitu melalui keikutsertaan di festival ini, kami dapat menyatukan anggota antar angkatan dan kami berani keluar dari zona nyaman di dunia fotografi”. Lewat keberhasilan di ajang internasional ini, UKM Lens Club USD berharap dapat semakin mengembangkan diri dan aktif, agar menambah pengalaman serta ilmu bagi mereka.
Film pendek “Senandika” dapat ditonton di kanal YouTube https://youtu.be/q56ixuTgvYw
(BRW & MGM)




