
Jumat, 19 Agustus 2022, para pejabat (dosen dan tenaga kependidikan) serta perwakilan ormawa (organisasi kemahasiswaan) USD bertemu di Ruang Koendjono dalam rangka Penyatuan Gerak Ekologi Integral USD. Kegiatan dilatarbelakangi oleh panggilan untuk mengimplementasikan Universal Apostolic Preferences (UAP) Serikat Yesus; Komitmen USD dalam the 7-Years Journey Towards Integral Ecology sejak 4 Oktober 2021, serta partisipasi USD dalam Gerakan Ekologi APTIK (Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik) menanggapi ensiklik Laudato Si. Selain itu, pertemuan ini adalah sebuah upaya menggalang kekuatan bersama, karena secara de facto gerakan ekologis telah banyak dilakukan oleh mahasiswa, tendik maupun dosen USD. Melalui pertemuan ini diharapkan agar setiap praktik baik gerakan ekologis tersebut dapat diintegrasikan dan dikuatkan, sehingga lebih berdaya ubah.
Wakil Rektor III USD, Dr. Titik Kristiyani, M.Psi sebagai penanggung jawab pertemuan ini menyampaikan bahwa isu ekologis saat ini tidak hanya terbatas pada lingkungan alam, namun lebih daripada itu juga berupaya mewujudkan kehidupan yang adil serta manusiawi. Pada kesempatan ini, Ibu Titik memperkenalkan tentang keberadaan Green Team USD. Melalui Green Team USD ini, diharapkan muncul gagasan kolaboratif antar civitas akademika Universitas Sanata Dharma, yang bermuara pada komitmen bersama untuk berkontribusi dalam aksi bersama merawat bumi sebagai rumah bersama.
Rektor Universitas Sanata Dharma, Albertus Bagus Laksana, S.J, Ph,D., dalam sambutannya mengungkapkan kegembiraannya, karena ada inisiatif penyatuan gerak antar civitas akademika Universitas Sanata Dharma dalam menyikapi ekologi secara integral. Isu global yang kompleks harus ditanggapi secara terintegrasi melalui gerakan kolaboratif dan inisiatif untuk meyatukan hal-hal yang sudah ada. Romo Bagus berharap bahwa persoalan ideologi yang integral dengan persoalan keadilan dan martabat manusia, tidak terbatas sebagai sebuah citra semata, namun juga terwujud secara nyata sehingga menjadi identitas Universitas Sanata Dharma.

Kegiatan berbentuk sarasehan ini dimoderatori oleh apt. Dina Christin Ayuning Putri, M.Sc. yang adalah Kepala Pusat Informasi dan Penelitian Obat F. Farmasi, serta anggota Divisi Penelitian Green Team USD. Narasumber sesi pertama, adalah Rm Eko Budi Santoso, SJ, S.Pd., Ph.D., dengan materinya berjudul ‘Spiritualitas Ekologi’. Romo Eko adalah Sekretaris Pelaksana Mission and Identity dan merupakan anggota Divisi Pendidikan Green Team USD. Romo Eko mengungkapkan bahwa persoalan ekologi bukan semata-mata persoalan sains, tetapi juga persoalan sosial dan kemanusiaan. Beliau mengajak sivitas akademika USD untuk memiliki kesadaran dan cara pandang baru, yaitu dari ego(sentris) menjadi eco (sentris). Cara pandang baru ini merupakan pertobatan ekologis, yang seyogyanya diikuti dengan praktik-praktik sederhana dalam kehidupan sehari-hari yang orientasinya adalah menyelamatkan bumi dan segala isinya sebagai rumah bersama manusia.
Pada sesi kedua, Dr. Tatang Iskarna (anggota divisi Humas Green Team USD) menyampaikan gagasannya tentang ‘Etika Ekologis’. Beliau mengatakan bahwa, pertobatan ekologis ada kaitannya dengan kesadaran peradaban manusia. Peradaban berasal dari kesadaran magis dan mitis, menuju kesadaran baru melalui hubungan antara manusia, alam dan Tuhan yang saling berkaitan dan hidup berdampingan. Sementara itu, A. Prasetyadi, M.Si., Ph.D, koordinator Green Team USD, menawarkan gagasan yang diberi judul ‘Menuju Universitas yang Ekologis’. Pak Prast mengajak seluruh sivitas akademika untuk bergerak bersama, menghimpun inisiatif setiap pribadi dan merencanakan aksi ekologis khas universitas Yesuit, dimulai dari hal yang sangat fundamental, yaitu spiritualitas, hingga pada hal-hal yang lebih paraktikal seperti kegiatan Tri Dharma yang didasarkan pada isu ekologis.

Dalam dialog, banyak sekali keprihatinan dan gagasan yang diungkapkan oleh para peserta pertemuan. Peserta khususnya dari perwakilan ormawa mengungkapkan pentingnya untuk kritis terhadap sega kebijakan yang berdampak ekologis, mulai dari kebijakan internal di tingkat universitas hingga pada kebijakan publik yang menyangkut nasib banyak orang. Beberapa peserta juga mengusulkan perlunya kesadaran ekologis masuk di dalam kurikulum perkuliahan dan kegiatan Tri Dharma lainnya.

Dalam dialog, banyak sekali keprihatinan dan gagasan yang diungkapkan oleh para peserta pertemuan. Peserta khususnya dari perwakilan ormawa mengungkapkan pentingnya untuk kritis terhadap sega kebijakan yang berdampak ekologis, mulai dari kebijakan internal di tingkat universitas hingga pada kebijakan publik yang menyangkut nasib banyak orang. Beberapa peserta juga mengusulkan perlunya kesadaran ekologis masuk di dalam kurikulum perkuliahan dan kegiatan Tri Dharma lainnya.
Pertemuan penyatuan Gerakan Ekologi Integral USD ini juga menginisiasi gerakanBersama melalui platform aksi “Friends”, yakni sebuah gerakan universitas untuk merawat bumi selama 7 tahun, dengan tema 7 Years Francis Pope Jurney. Dalam kesempatan ini, Green Team USD juga mengundang inisiatif dari seluruh sivitas akademika USD yang tergerak untuk bisa ambil bagian dalam kerja kolaboratif menuju universitas yang ekologis.
Bagi yang berminat berkontribusi dan mempunyai Kepakaran, Pengalaman, maupun Jejaring, dipersilakan untuk mengisi link berikut Kuesoner Gerak Ekologi Integral USD .
Bagi yang berminat berkontribusi dan mempunyai Kepakaran, Pengalaman, maupun Jejaring, dipersilakan untuk mengisi link berikut Kuesoner Gerak Ekologi Integral USD .
(KNK & KYEP)




