USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Whole Person Education Training: "University in Christian Humanism Tradition"

diupdate: 4 tahun yang lalu

Universitas Sanata Dharma melaksanakan pelatihan Whole Person Education (WPE) yang dimulai pada hari Senin, 15 Agustus 2022 secara luring dari R. Kadarman Kampus 2 dan daring melalui Zoom Meeting. WPE adalah sebuah program yang dibiayai United Board, yang merupakan organisasi pendidikan Kristiani yang berbasis di Amerika dan Hongkong. Program pelatihan ini diikuti perguruan tinggi Kristen berskala kecil dan menengah yang tergabung dalam Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Kristen di Indonesia (BKPTKI) dan Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK), di wilayah Indonesia dan Timor Leste. Pelatihan WPE berlangsung selama 10 hari dengan kegiatan penyempurnaan kurikulum, implementasi kurikulum, dan pembuatan review serta refleksi atas implementasi kurikulum. Narasumber dalam program pelatihan ini berasal dari berbagai Universitas Kristen, Universitas Sanata Dharma, dan beberapa universitas Kristen lainnya, seperti Universitas Kristen Petra Surabaya, Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta, dan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.


Dalam sambutannya di upacara pembukaan, Director of Faculty Development United Board, Hope Antone, Ed.D., menyampaikan bahwa United Board mempunyai misi untuk menyebarluaskan ide WPE di beberapa negara seperti Bangladesh, India, Myanmar, serta Indonesia. WPE mengunakan konsep kurikulum dari beberapa Univeristas Kristen yang ada. Lebih lanjut beliau menyampaikan lewat program ini,  Universitas Kristen di Asia dapat lebih berkembang, melalui para pendidiknya. Para pendidik didorong untuk berperan lebih dari sekedar pengajar, namun juga sebagai teman dan pendamping para mahasiswa.

Dalam sambutannya di kesempatan yang sama, Rektor Universitas Sanata Dharma, Albertus Bagus Laksana S.J., S.S., Ph.D., menyampaikan bahwa WPE  adalah sebuah misi yang mengusung value yang tak lekang oleh zaman. Pendidikan bukan sebuah center profit dan perkembangan peradaban di masa revolusi industri 4.0 justru bisa mendorong terwujudnya WPE, dimana humanisme dan teknologi bisa dikembangkan secara integral dan utuh.
 


Pada kesempatan opening cermony ini, PIC Program, Monika Evandaru Madyaningrum, Ph.D., (Prodi Psikologi USD) yang juga adalah alumni WPE 2018 di Manila, memberikan pengantar, bahwa Pelatihan WPE bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya integrasi dan implementasi konsep pendidikan manusia yang utuh di dalam kurikulum perguruan tinggi. Beberapa perguruan tinggi yang tergabung dalam BKPTKI dan APTIK telah berhasil mengintegrasikan konsep tersebut dalam kurikulumnya dan berbagai kegiatan pembinaan kemahasiswaan. Program ini akan melibatkan perguruan tinggi yang sudah mapan untuk membantu perguruan tinggi menengah dan kecil untuk merevitalisasi kurikulumnya dengan mengintegrasikan paradigma Whole Person Education.

Meeting 1 Pelatihan WPE dimulai dengan materi Curriculum Development Challenges for Whole Person Education, yang menghadirkan narasumber Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Phd. Dalam pandangan beliau, WPE merupakan pendidikan dengan orientasi tercapainya kompetensi intelektual, spiritual, serta etikal. WPE dapat menjadi strategi efektif bagi pengembangan institusi baru atau yang berskala kecil Untuk mengimplementasi WPE, dibutuhkan cara pandang yang komprehensif terhadap kurikulum dan perencanaan yang matang. Hal ini dikarenakan dalam dunia pendidikan abad 21 yang penuh kompleksitas, dibutuhkan usaha-usaha transformatif yang sesuai dengan konteks situasi. Lebih lanjut Pak Eka menyampaikan bahwa tidak ada kurikulum yang ideal, namun upaya memulai dengan kurikulum yang dapat dicapai adalah sebuah permulaan yang baik, khususnya bagi perguruan tinggi berskala kecil dan menengah.
 
(AWAS & KNK)

  kembali