USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

USD Menggelar Kembali Vaksinasi Booster

diupdate: 4 tahun yang lalu












Sabtu (16/7) Universitas Sanata Dharma (USD) menggelar kembali vaksinasi booster yang bekerja sama dengan Puskesmas 3 Depok Sleman dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman (Dinkes Sleman). Kegiatan vaksinasi dimulai pukul 08.00 hingga 12.30 WIB di Kampus I USD. Sasaran vaksin booster ini ditujukan bagi calon mahasiswa baru dan mahasiswa aktif USD, keluarga dosen/karyawan USD yang belum menerima booster, serta masyarakat umum. Jumlah dosis yang disediakan sebanyak 1.000 dosis, dengan varian Pfizer, Astrazeneca, Moderna, dan Sinovac. Dr. Yohanes Harsoyo, M.Si. selaku Ketua Tim Koordinator sekaligus Wakil Rektor II USD mengatakan bahwa pemberian vaksin boosterbertujuan untuk membentuk bala komunitas baik dalam USD sendiri dan masyarakat sekitar serta untuk persiapan kuliah tatap muka.

Ketua panitia vaksinasi Yustina Dwi Retno Winarsih, A.Md.Kep., memaparkan bahwa penyelenggaraan kegiatan vaksinasi sudah beberapa kali dilaksanakan di USD. Selain pelaksanaan vaksinasi booster, kali ini juga disediakan vaksin dosis ke-2  yang khusus ditujukan bagi mahasiswa aktif USD yang belum menerima dosis ke-2.  Pelaksanaan vaksin boosterdi USD berjalan lancar dan banyak peminatnya. “Banyak masyarakat yang merasa senang vaksin di USD karena alur dan informasinya jelas. Jadwal jam pelaksanaan vaksin juga diberikan berbeda tiap orang sehingga tidak menimbulkan kerumunan dan antrean panjang. Fasilitas yang diberikan USD juga memadai dengan tim tenaga vaksinasi yang jumlahnya banyak,” ungkap Retno. Hal ini juga dirasakan oleh Winda (34th), peserta vaksinasi dari luar USD. Ia menyampaikan bahwa vaksinasi di USD sangat sistematis dan fasilitas pelayanannya sangat bagus.

Sebagai persyaratan mendapatkan vaksin booster, peserta dapat menerima vaksinasi dengan syarat minimal tiga bulan setelah mendapatkan vaksin dosis ke-2, sedang tidak terpapar Covid-19, dan jika penerima adalah penyintas Covid maka vaksinasi bisa didapatkan jika sudah dalam rentang waktu minimal 1 bulan setelah terpapar. Akan tetapi, apabila sebelumnya penyintas mengalami gejala berat maka peserta baru bisa melakukan vaksinasi setelah minimal 3 bulan terpapar. Hal ini diungkap oleh dr. Siti selaku salah satu perwakilan tim medis dari Puskesmas Depok 3. Selain itu, proses screening juga dilakukan dalam vaksinasi yang bertujuan agar peserta vaksinasi dapat menerima vaksin sesuai kebutuhannya.

“Misalnya pasien lansia, punya komorbid, punya penyakit tertentu kita arahin ke Pfizer karena efeknya tidak terlalu terasa. Kasihan mereka sudah punya komorbid, Moderna dan Astra sangat terasa kalau demam. Kalau Pfizer tidak terlalu terasa. Ibu hamil biasanya kita kasih Sinovac atau Pfizer. Ibu menyusui juga begitu”,  ungkap dr. Siti.

Atas terselenggaranya kegiatan vaksinasi ini, penerima vaksin booster mengaku merasa lega karena telah divaksin hingga dosis tahap ketiga seperti yang dirasakan oleh Viki calon mahasiswa baru USD dan Sinta mahasiswa USD yang merasa senang sudah divaksin booster yang nantinya digunakan untuk menunjang persiapan perkuliahan tatap muka.

Romo Albertus Bagus Laksana, S.J., S.S., Ph.D. selaku Rektor USD sangat mendukung adanya program vaksinasi di USD karena USD merupakan lingkungan yang aman dan juga sebagai bentuk kepedulian bagi warga USD dan masyarakat sekitar dalam menghadapi pandemi Covid-19. Terselenggaranya vaksinasi tahap ketiga memunculkan harapan-harapan baru bagi penerima vaksin bahwa dengan adanya vaksinasi booster masyarakat lebih mementingkan kesehatan, imun tubuh menjadi kebal, dan aktivitas dapat berjalan seperti sedia kala. “Mahasiswa dan warga USD yang merupakan kalangan terdidik dapat memanfaatkan program vaksin pemerintah ini sebagai bentuk tanggung jawab diri sendiri dan warga negara yang baik. Serta menjadikan USD kesempatan menyatukan semua pihak, dan vaksin merupakan bentuk kepedulian seperti yang ada pada Jiwa USD,” tambah Rektor USD.

(MGM & MTK)

  kembali