USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

USD Sambut Hybrid Learning:
Adaptasi Baru Dunia Baru Pendidikan

diupdate: 5 tahun yang lalu




Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat Universitas Sanata Dharma (USD) untuk menjadi adaptif dan menyediakan pendidikan yang terbaik bagi mahasiswanya. Terbukti USD berhasil melaksanakan pembelajaran hybrid  (luring dan daring) mulai semester genap tahun akademik 2021/2022. Belum semua fakultas atau program studi melakukan pembelajaran hybrid, program studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) sudah mulai melakukan proses pembelajaran hybrid di Gedung Kampus 1 USD. Bapak Antonius Irianto Sukendar, selaku Staf Sekretariat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) mengatakan bahwa proses pembelajaran hybrid ini berjalan dengan lancar dan mematuhi protokol kesehatan.

Sebagai langkah persiapan, USD melaksanakan berbagai macam pelatihan guna membekali dosen dengan alat yang akan menunjang hybrid learning ini. Ibu Mega Wulandari, M.Hum. salah satu dosen dari program studi PBI, mengatakan bahwa sebelum melakukan pembelajaran, beliau mempersiapkan koneksi yang maksimal agar mahasiswa mendapatkan experience yang setara baik luring maupun daring. Hal ini memang sangat penting untuk menunjang kelancaran proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Beberapa mahasiswa juga mengatakan bahwa mereka harus melakukan tes antigen serta minimal sudah vaksin dosis 1 dan 2 agar dapat mengikuti proses pembelajaran luring di kampus. “Di depan pintu setiap kelas ada barcode, mahasiswa boleh masuk kelas adalah mahasiswa yang memenuhi syarat”, kata Bapak Antonius Irianto Sukendar (Kamis 10/2).

Selama pelaksanaan pembelajaran hybrid, mahasiswa mengakui tingkat keefektifan proses KBM yang cenderung lebih baik. “Kalau belajar luring, interaksinya lebih hidup antara kami dan dosen”, ungkap Paschalis, salah satu mahasiswa PBI angkatan 2020. Denisa, mahasiswa Pendidikan Sejarah, juga menambahkan bahwa pembelajaran hybrid ini mempermudahnya dalam menangkap materi yang diajarkan oleh dosen. Ia menambahkan, penerapan protokol kesehatan juga dilakukan dengan baik. “Kami harus vaksin 2 dosis, menunjukkan antigen dengan hasil negatif, tidak boleh lepas masker dan makan minum di kelas”, imbuhnya. Diharapkan dengan ketatnya protokol kesehatan yang dilakukan, pembelajaran hybrid di USD tidak menimbulkan klaster baru. Meskipun ini merupakan metode baru, dosen juga tidak boleh kehabisan akal untuk memastikan pemahaman mahasiswanya. Ibu Mega menggunakan aplikasi quizziz untuk mengemas pembelajaran agar lebih menyenangkan baik bagi mahasiswa luring maupun daring, sedangkan untuk interaksi dengan mahasiswa daring ibu Mega menggunakan fitur chat di dalam aplikasi Zoom agar mahasiswa dapat membaca instruksi dengan jelas.

Ibu Mega Wulandari, M.Hum. menambahkan harapan “ke depannya semua orang yang berperan di kampus dapat terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat baik di dalam ruang kelas maupun lingkungan sekitar kampus.

(MSL & TMG)

  kembali