
Sesuai dengan Kalender Akademik Universitas Sanata Dharma, perkuliahan Semester Gasal TA.2021/2022 yang berakhir pada hari Jumat 3 Desember 2021 ditutup dengan kegiatan Evaluasi Akhir Semester. Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Palma, Gedung Pascasarjana, Universitas Sanata Dharma, secara hybrid, daring dan luring yang diikuti oleh semua dosen dan mahasiswa. Tujuan dari acara ini adalah untuk mengevaluasi atau melihat perjalanan perkuliahan selama satu semester ini. Setiap mahasiswa dari masing-masing angkatan dan dosen diberi kesempatan untuk berbagi kisah selama perjalanan kuliah.
Setelah acara dibuka oleh William Christoper selaku MC, Ketua Program, Tri Subagya, M.A., Ph.D menyampaikan sambutannya bahwa evaluasi yang dilakukan tiap semester ini ditujukan untuk melihat perbaikan-perbaikan atau usaha-usaha yang bisa dilakukan untuk proses belajar bersama pada semester berikutnya. Informasi selanjutnya yang disampaikan adalah surat edaran dari rektorat bahwa semester depan memasuki masa transisi dan diharapkan untuk belajar secara hybrid.
Acara selanjutnya adalah evaluasi dan sharing dari masing-masing angkatan. Kesempatan yang pertama dari angkatan 2018. Pada awalnya merasa sesat, tidak mempunyai latar belakang sama sekali tetapi mata kuliahnya menarik, dan justru waktu-waktu di luar kelas itu paling banyak belajar, ketika ngobrol dengan teman dan dosen. Harapannya ada model-model bimbingan, cara belajar, kebersamaan digital.
Wakil angkatan 2019, mengungkapkan bahwa sekolah di Kajian Budaya itu asik dan bebas. Hanya dalam situasi pandemi ini proses penelitian terhambat karena susah bertemu dengan narasumber untuk mencari data. Angkatan selanjutnya adalah angkatan 2020, yang mengusulkan jika memungkinkan ada lokakarya yang dilakukan secara tatap muka dan berlangsung, misalnya 2 hari 1 malam. Angkatan yang paling muda, yaitu 2021 memaparkan bahwa bimbingan dari para dosen sangat membantu terutama bagi para mahasiswa awal yang merasa tidak punya bekal pengetahuan yang cukup dan mengusulkan adanya video-video tambahan yang bisa diakses untuk tambahan pengetahuan.
Dari para dosen mengharapkan beberapa hal, diantaranya adalah meskipun perkuliahan dilakukan secara daring, para mahasiswa supaya tetap mengumpulkan tugasnya, dan menghidupkan learning community untuk mengatasi kemacetan learning society yang diakibatkan pandemi. Hal lain yang ditekankan adalah penulisan tesis yang harus dikerjakan, tetap menghidupkan ruh manusia pembelajar. Secara umum, para dosen juga mengapresiasi keaktifan dan kreatifitas mahasiswa selama pandemi ini.
Pada acara terakhir, kembali ketua program memberi beberapa kesimpulan antara lain: supaya mahasiswa betul-betul memanfaatkan waktu untuk berdiskusi dengan dosen, sehingga proses mendewasakan diri secara intelektual berjalan baik. Pembaharuan kurikulum akan diberlakukan untuk semester depan. Pak Tri juga menyarankan mahasiswa untuk aktif dalam diskusi-diskusi giat belajar dan tema-tema yang menarik akan didukung oleh universitas. Yang terakhir juga ditambahkan bahwa selama masih belajar, komunitas intelektual harus terus dihidupi. Akhirnya, pertemuan ini ditutup dengan doa dan harapan bahwa semester depan semua akan berjalan dengan lancar.
(K_IRB’21)




