
Seperti yang sudah menjadi tradisi di setiap tahunnya, program studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma (PBI USD) mengundang Bapak Didik Hadiprayitno, atau yang lebih dikenal dengan nama Didik Nini Thowok, untuk memberikan kuliah umum di mata kuliah Service Program Design (SPD). Kuliah umum ini dilaksanakan secara daring pada hari Senin, tanggal 25 Oktober 2021 dengan fasilitasi dana Hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang dimenangkan oleh PBI USD. Adapun, tema yang diusung dalam kuliah umum ini adalah “Discipline and Work Ethics in the Global Context”.
Dalam kuliah umum ini, Eyang Didik -panggilan akrab beliau- memaparkan rahasia di balik kesuksesannya menjadi seorang seniman yang bisa mempertahankan prestasi dan terus berkarya baik di kancah nasional maupun internasional selama puluhan tahun. Eyang Didik bercerita bahwa salah satu cara untuk membuat dirinya tetap dihargai di dunia seni internasional adalah ketepatan waktu dan komitmennya yang tinggi dalam mempertahankan kualitas karya dan juga performanya. Prestasi dan nama besar yang disandang oleh Eyang Didik saat ini bukanlah hal yang dicapai secara instan. Dalam sesi kuliah umum, beliau juga memaparkan proses yang cukup panjang dan menantang sejak tahun 1978, sampai akhirnya beliau bisa menjadi orang pertama yang mengenalkan seni tari cross-gender Indonesia di luar negeri. Meskipun awalnya banyak menerima cemoohan dan anggapan remeh dari orang-orang, berkat kegigihan dan keuletannnya, Eyang Didik dapat menjadi maestro tari kelas dunia dan mempertahankan gelar tersebut selama puluhan tahun.
Tujuan dari mata kuliah SPD sendiri adalah untuk membuat mahasiswa siap terjun ke dunia kerja dan juga membangun jiwa kewirausahaan. Sejalan dengan misi ini, diundangnya Bapak Didik Nini Thowok dalam kuliah umum ini adalah sesuatu yang relevan untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut. Dengan adanya kuliah umum ini, mahasiswa dapat memahami sikap-sikap yang perlu ditumbuhkan oleh seorang wirausaha dalam mempertahankan dan meningkatkan performa dan reputasinya di level nasional dan internasional. Selain itu, mahasiswa juga diajak untuk mengidentifikasi sikap-sikap yang harus dipraktikkan untuk meningkatkan kedisplinan dan etos kerja dalam kaitannya dengan kesiapan memasuki dunia kerja di abad 21.
Sebanyak 145 orang mahasiswa PBI USD dari angkatan 2018 yang mengambil mata kuliah SPD bergabung dalam kegiatan kuliah umum ini. Beberapa orang dosen PBI juga turut menghadiri kuliah umum ini, yaitu Ibu Veronica Triprihatmini selaku Kaprodi PBI, juga Bapak Thomas WP Mukti, Ibu Rina A. Purnamaningwulan, dan Ibu Lanny Anggawati selaku dosen pengampu mata kuliah SPD.
(RAP)




