Dalam rangka berbagi pengalaman dalam hal mengolah masa lalu yang kelam, Pemerintah Federal Jerman mengundang 7 orang pegiat HAM dan Sejarah dari Asia untuk berpartisipasi dalam rangkaian acara Visitor Program dengan tema “Coming to Terms With History”. Acara ini berlangsung di Jerman dari tanggal 7 hingga 17 November 2010. Ada tiga orang peserta yang diundang dari Indonesia, dan salah satunya adalah Direktur PUSdEP (Pusat Sejarah dan Etika Politik) Universitas Sanata Dharma, Dr. Baskara T. Wardaya, SJ.
Pada kesempatan itu sejumlah pakar dan praktisi Sejarah dan Hak Asasi Manusia (HAM) Jerman berbagi pengalaman dan pandangan berkaitan dengan sejarah Jerman. Dua periode sejarah yang paling banyak mendapat sorotan adalah Jerman di bawah NAZI (1930an hingga 1945) dan Republik Demokrasi Jerman (Jerman Timur) di bawah pemerintahan Komunis (1945-1990).
Dalam paparan-paparan yang ada menjadi tampak bahwa sejak tahun 1945 bangsa Jerman mengalami pergulatan yang serius dalam mengolah masa lalunya. Semula bangsa Jerman menolak dikaitkan dengan Hitler/NAZI tetapi lama-kelamaan merasa bertanggung jawab terhadap berbagai kekejaman yang terjadi pada masa Hitler maupun setelahnya. Bahkan sekarang ini Pemerintah Jerman memberikan kompensasi (pembayaran ganti rugi) terhadap mereka yang pernah menjadi korban kekejaman NAZI.
Selain paparan-paparan di atas para peserta juga diajak untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang mengingatkan orang pada berbagai episode buram dalam sejarah Jerman. Misalnya peserta diajak mengunjungi bekas kamp konsentrasi Jerman (Sachsenhausen), bekas penjara pemerintah Jerman Timur (Hohensonhausen), serta bekas gedung arsip pemerintah Jerman Timur (Archiv der BStU).
Pada kesempatan yang ada para peserta juga menyampaikan pengalaman di seputar HAM dan sejarah dari negeri masing-masing. Dr. Baskara sendiri memaparkan tentang Tragedi 1965 dan bagaimana hal itu coba diolah oleh bangsa Indonesia. Melalui program seperti ini baik Jerman maupun wakil dari negara-negara peserta bisa saling belajar tentang sejarah masing-masing terutama berkaitan dengan upaya-upaya penegakan HAM. (Darwin)




